DKP Tulungagung ‘Mark Up’ Pengadaan Ikan Konsumsi

Plh PKTP: Yang Lebih Gila Lagi, Apabila Inspektorat Tidak Bisa Menemukan Hal-hal Sederhana Seperti Ini

 

CB,TULUNGAGUNG – Pengadaan ikan kosumsi di Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Tulungagung,  tahun 2020, diduga ada kejanggalan.  Pasalnya, anggaran pembelian ikan konsumsi itu bukan topoksi Dinas tersebut. Hal itu yang disampaikan Plh PKTP, Susetyo Nugroho.

“Kalau dana Rp.149juta itu merupakan bantuan ikan konsumsi bagi masyarakat harusnya jelas, berapa yang dibagikan dan berapa orang orang yang menerima pembagian ikan tersebut,” kata Susetyo Nugroho kepada Cahaya Baru, Kamis (01/04).

Karena, lanjutnya, jumlah berkisar 3,375 ton ikan gurami dengan asumsi harga perkilonya Rp.40.000 ini sangat kontradiktif, yakni setelah dikurangi pajak 10 persen. Padahal, menurutnya, harga untuk perbandingan adalah harga maksimal yang pernah terjadi.

“Semua juga tahu kalau di masa pendemi ini harga gurami konsumsi anjlok. Jadi, disinilah adanya dugaan Mark Up gila-gilaan. Yang lebih gila lagi apabila Inspektorat tidak bisa menemukan hal-hal sederhana seperti ini,”jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tulungagung Lugu Trihandoko SE, MM melalui  Kabid Pemberdayaan Masyrakat Perikanan, Naning, membenarkan kalau pengadaan yang dimenangkan CV. Tirta Bening Kanjuruhan pada  tahun 2020, yakni pihaknya telah membagikan ikan kosumsi kepada anak balita stanting atau anak yang lambat pertumbuhannya. Dan, sesuai instruksi program Presiden RI Ir Joko Widodo  (Jokowi). Sedang pendataannya, menurutnya, DKP mendapatkan dari Dinkes setempat.

“DKP telah membagikan ikan gurami  kepada 746 balita stanting di tujuh kecamatan, masing- masing balita stanting mendapatkan 2 kilo ikan Gurami,” jelas Naning pada Cahaya Baru, kemarin.

Kegiatan rutin tahunan ini, lanjutnya, biasanya ibu ibu PKK juga ikut dilibatkan untuk membagikan ikan kepada balita stanting. Sedangkan terkait angaran tersebut bersumber dari APBD.

“Setelah Dinkes memberikan data jumlah anak stanting, maka DKP akan mengusulkan besaran dana yang dibutuhkan ke Bappeda. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian UMKM para petani ikan yang saat ini melemah seiring menurun nya harga ikan gurami,”paparnya.(Rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *