CB-LUMAJANG, Pemerintah Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun kabupaten Lumajang jawa timur memutuskan untuk menutup sementara pantai selatan mbah drajid tujuan wisata pantai tersebut demi antisipasinya penularan Covid-19.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Lumajang menjelaskan” Kalau untuk tempat wisata tetap dibuka dengan ketentuan sesuai dengan protokol kesehatan dan jumlah kunjungan dibatasi 50% dari kapasitas kunjungan tempat wisata.
Pertimbangan dari pihak Kepolisian dan pemerintah Kabupaten adalah setiap hari raya idul fitri apalagi hari raya kupat (h+7)Ada tradisi masyarakat Lumajang untuk mengunjungi pantai dan jumlahnya pasti sangat luar biasa Kekhawatiran dari tim adalah terjadinya ledakan kunjungan yang tidak terkendali, sehingga rawan terjadi penumpukan massa yang luar biasa dan khawatir bisa memunculkan klaster baru penularan covid19 di Kabupaten Lumajang.
Masih menurut Kepala Bidang Destinasi Pariwisata kalau draft surat edaran yang kami susun hari jum’at kemarin menyampaikan, bahwa khusus untuk wisata pantai apabila akan beroperasional diminta untuk berkoordinasi dengan satgas covid19 kecamatan setempat tapi draft suratnya masih diajukan ke Sekretariat Daerah Kita tunggu saja nanti kalau suratnya sudah disyahkan maka akan saya informasikan,”ucap Yudi.
Menurut Kapolsek Yosowilangun Akp Hariyanto,SH,MH.penutupan dimulai hari lebaran ketupat sampai akhir lebaran, selama lebaran saja setelah itu akan dibuka kembali diharapkan masyarakat memahami dengan penutupan sementara ini.”inbuhnya.
Kebijakan untuk menutup daerah tujuan wisata mbah Drajid wotgalih itu hasil kesepakatan Desa dan Pokdarwis tersebut merupakan arahan dari pihak pihak terkait juga sesuai arahan intruksi dari protokol kesehatan (prokes)penutupan tersebut, untuk mengantisipasi keramean ditengah pandemi Covid-19.”jelasnya.
Sabtu tanggal 8 mei 2021 petugas mulai pemasangan banner disetiap sudut jalan arah ke pantai selatan agar betul betul bisa dipahami oleh masyarakat setempat, minal adzin wallfaidzin mohon maaf lahir batin 1442H.(Hardy)
