CB, GRESIK – Kekalahan telak di waktu tes P3D di desa Munggu Gebang kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik yang di alami jebolan kampus Univesitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Wildan Erhu Nugraha untuk jabatan kasi pemerintahan kini terkuak penyebabnya, setelah team investigasi menelusuri kejadian yang di anggap tidak bisa di terima nalar ini akhirnya terjawab.
Bermula saat team coba menemui salah satu warga yang kebetulan dekat dengan calon yang berpasangan suami istri yaitu Suparno dan Sri Danarti, warga yang tinggal di dusun munggu soyi desa munggu gebang kecamatan benjeng kabupaten Gresik itu menjelaskan, bahwasannya dalam pendaftaran calon perangkat desa Suparno beserta istri Sri Danarti diduga mengeluarkan uang sebesar 150 juta untuk menjadi parangkat desa
Warga yang tidak mau di sebutkan namanya itu juga mengatakan, untuk uang yang 50 juta di ambil lagi lantaran sang istri tidak lolos dalam seleksi ujian P3D dan tim berhasil merekam suara dan video saat investigasi
Mendengar steatmen seperti itu tim investigasi coba menemui kepala desa munggu gebang sebut Warianto untuk mempertanyakan terkait yang di ceritakan salah satu warganya, Warianto saat di temui menyampaikan kalau ada hal seperti itu pihaknya tidak tahu
” Kalau ada yang seperti itu saya tidak tau mas, sebab sampai saat ini saya tidak tau dan belum menerima apa – apa dari panitia ,” ungkap Warianto dengan tersipu malu kepada tim investigasi pada senin (3/05/2021)
Warianto selanjutnya menyuruh tim untuk menemui calon yang terpilih dalam uji P3D Suparno untuk menyampaikan hasil temuan tim ini dan warianto juga berpesan agar di bicarakan baik – baik dengan Suparno
” Mas coba sampean temui manten (suparno) aja dan bicarakan baik – baik gak usah di sebar luaskan rekaman obrolan tersebut,” tambah warianto. (tof/ono)
