CB, Gresik – Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah) adalah diantara kalimat -kalimat petuah dari salah satu Tokoh Pendiri Bangsa ialah Ir. Soekarno Sang Proklamator Kemerdekaan Negara Kesatuan Replubik Indonesia.
Bersama H. Sulkhan tokoh masyarakat, berpredikat orang nomor satu di Desa Tebaloan kecamatan Duduk Sampeyan kabupaten Gresik, Jawa Timur. Silaturrahmi, sekaligus halal bi halal menjadi Tajuk kunjungan awak media Cetak & Online Cahaya Baru, (akhir/5/2021).
Dibalut dengan nuansa lebaran idul fitri, sebuah tradisi yang sangat dinanti dan dirayakan oleh mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam khususnya. Terhitung masih awal memasuki hari kerja, setelah libur hari raya atau masyarakat muslim masih disibukkan dengan halal bi halal kesanak famili terdekat oleh sebab kebijakan pemerintah melarang mudik.
Walaupun masih awal memasuki hari kerja, seperti yang disaksikan oleh awak media bahwa banyak aktivitas yang terlihat diwilayah Desa Tebaloan, selain adanya para pekerja pembangunan item desa, nampak juga mobilitas pemerintah Desa Tebaloan sedang berlangsung seperti kesibukan para perangkat desa dan keluar masuknya tamu atau beberapa penduduk dari ruang kerja H. Sulkhan.
Nuansa idul fitri, hal ihwal keperluan dan kepentingan penduduk yang berkehendak dibalai desa, menjadi etis arah pembicaraan antara Cahaya Baru dan H. Sulkhan selaku Kepala Desa (Kades) Tebaloan kecamatan Duduk Sampean, Gresik, iatu uri-uri seputar sejarah, baik sejarah budaya dan bangsa.
Program item-item pembangunan desa yang berjalan, menjadi awal pertanyaan awak media dengan berharap sesuai peran dan fungsi pers media yang fundamental adalah dapat membantu atau memfasilitasi dalam hal mengkomunikasikan.
H. Sulkhan selain menjabat sebagai Kades Tebaloan, sebelumnya beliau juga dipercaya oleh sejawat untuk menjadi ketua AKD kecamatan Duduk Sampeyan. Pada tiap kali pertemuan dengan awak media, menjadikan berat hati bagi semua kalangan tentunya, dengan menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan lagi sebagai Kades diperiode mendatang.
Menyarankan kepada siapapun dengan memberikan pertimbangan, terutama bagi para penduduknya yang kesulitan dalam memilih, apalagi yang berkenaan dengan masa depan dan prinsip moral beragama seperti pendidikan bagi putra-putrinya, ucap H. Sulkhan menegaskan bahwa seorang yang hafizs atau hafal al-Qur’an tidak mungkin akan kelaparan.
Tegas dan berdedikasi religius tampak terlintas dari figur H. Sulkhan, hal yang wajar tentunya mengingat beliau sudah pernah ketanah suci untuk menunaikan ibadah haji yang menjadi rukun Islam kelima. Apapun jenis atau macam ibadah umat yang mereka lakukan, sesama manusia kita tidak mempunyai hak untuk menilai apakah ibadah-ibadah itu diterima atau tidak, tuturnya merendah.
Rencana untuk tidak mencalonkan lagi sebagai publik figur atau tokoh panutan diperiode akan datang, H. Sulkhan menyampaikan bahwa sebagai alasan diantaranya adalah tidak diperkenan oleh sang isteri, tuturnya.
Atau terlalu sibuk oleh urusan dunia dengan beraneka aturannya ?, penyebab terlibatnya dengan hal-hal yang sub’hat ?, terbatas pengetahuan atau memang tidak semua orang memahami akan sejarah ?, namun sebagai pengingat dari H. Sulkhan adalah bahwa Mas Karebet/Jaka Tingkir/Kanjeng Sulthan Hadi Wijaya ialah orang yang berkontribusi besar terhadap perkembangan Islam di Nusantara dengan memberikan keturunan seorang pendiri organisasi keagamaan terbesar dunia.bersambung.(Sub)
