CB, GRESIK – Ditengah musim pandemi wabah virus Covid-19 yang melanda Dunia dan Nasional. Beserta para legislatifnya, Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Gresik yang baru dan telah memasuki masa kerja pertengahan tahun pertama, Bupati dan Wakil Bupati terpilih secara resmi telah dilantik pada Maret 2021.
Menjelang akan dibahas serta disahkannya PAPBD oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Gresik bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab/Eksekutif), bila sesuai rencana akan dilaksanakan pada bulan September tahun ini, tutur H. Mujid Riduan, SH, kepada awak media Cahaya Baru disela-sela perbincangan.
Bersama H. Mujid Riduan, SH, salah satu tokoh politisi senior daerah dari partai berlambang Banteng Moncong Putih atau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Pimpinan Cabang kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.
Media Cetak & Online Cahaya Baru, berdasarkan artikel-artikel yang tersaji dalam sebuah berita, tentang berbagai hal ihwal yang terjadi diwilayah daerah kabupaten Gresik semenjak pemerintahan sebelumnya. Artikel berita yang bersumber fakta, hasil pengamatan awak media serta aspirasi publik yang berkembang diakar rumput, seperti Banjir Legenda dan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).
Dikemas dalam bincang ringan, H. Mujid Riduan, SH, sesuai dengan kapasitasnya saat ini yang berkedudukan sebagai Wakil Ketua DPRD kabupaten Gresik, sekaligus sebagai personal dan/atau pimpinan partai pengusung/pendukung dari Bupati/wakil terpilih, kepada awak media menyampaikan point-point tentang Program, Kinerja serta Kebijakan dari Pemkab dan Legislatifnya.
Baik Program, Kinerja serta Kebijakan yang sudah terlaksana maupun yang dalam proses implementasinya, melalui Visi dan Misi dari Bupati/wakil yaitu Nawa Karsa, sebagai point utama dari Nawa Karsa ialah Komitmen, bahwa wujud komitmen dari Pemkab/Eksekutif dalam waktu dekat yaitu dalam proses menggelontorkan dana sebesar Rp. 30 M untuk pembebasan lahan disekitaran Anak/Sungai Kali Lamong, serta menyusul dana Rp. 8 M untuk normalisasi, ungkap H. Mujid Riduan, SH, kepada Cahaya Baru, menjawab petanyaan tentang penyelesaian musibah Banjir Legenda.
Untuk sementara ini, menurut H. Mujid Riduan, SH, bahwa masuk dalam kategori skala prioritas bagi beberapa desa dalam satu wilayah kecamatan Cerme, yaitu wilayah yang sangat terdampak oleh luapan air dari Anak/Sungai Kali Lamong dengan diawali dari Desa Jono, Desa Pandu, Desa Tambak Beras, Desa Iker-iker dan Desa Morowudi, terangnya.
Telah menjadi konsent dan prioritas perhatian kinerja dalam mengawal, bagi H. Mujid Riduan, SH, selaku Wakil Ketua DPRD kabupaten Gresik, bahwa implementasi dan realisasi dari semua program yang telah menjadi Visi dan Misi dari Bupati/wakil yang baru, Nawa Karsa sebagai Program, Kinerja serta Kebijakan, mengingat masih dalam musim Pandemi Covid-19, besar harapan mendatang akan sesuai target yaitu silva dari APBD sebesar Rp. 3, 342 T yang telah direkoposing untuk penanganan wabah Pandemi Covid-19, ungkapnya.
Diantara Progress Bupati/wakil Pemkab Gresik melalui Nawa Karsanya yaitu, selain pembenahan dan/atau pembangunan Insfrastruktur, Pendidikan berkualitas melalui Kepala Dinas yang berkualitas, Kesejahteraan melalui UMKM, terlebih dibidang Kesehatan yang dengan hanya berbekal Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga penduduk desa atau masyarakat kota Gresik dapat mengakses atau mendapat pelayanan gratis dari semua fasilitas kesehatan baik oleh rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta, tutur H. Mujid Riduan, SH, menguraikan singkat.bersambung.(Sub)
