BPN Tulungagung dan Kades Banjarejo Serahkan SHAT Pada Warga

CB, TULUNGAGUNG – Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten Tulungagung, melalui Ketua Tim Ajudikasi, Agung Wibowo bersama Kepala Desa (Kades) Banjarejo, Kecamatan Rejotangan Zainudin Jawair telah menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) kepada warga desa setempat.

Sedangkan Penyerahan Sertifikat Tanah hasil dari Program PTSL (Program Tanah Sistematis Lengkap) pada warga dan yang dibagikan di Balai Desa Banjarejo dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Disisi lain, upaya mengantisipasi kerumunan warga Pemdes Desa Banjarejo membagi menjadi dua sesi pembagian. Untuk sesi pertama, dibagikan pada pagi hari dan untuk sesi kedua dilakukan pada siang hari.

Menurut Kades Banjarejo, tanah merupakan salah satu aset yang harus dikelola secara aman tanpa adanya persengketaan, dan kemungkinan bisa saja terjadi. Sehingga, fungsi dari program strategis tanah sistematis lengkap yang merupakan program strategis nasional dengan pendaftaran tanah sistematis lengkap ini juga berfungsi untuk mengurangi sengketa tanah. Perlu diketahui, bahwa sertifikat tanah ini sangat penting sebagai dasar bukti kepemilikan tanah yang sah serta memberikan kepastian hak atas kepemilikan tanah yang berkekuatan hukum dan secara otomatis mengurangi terjadinya sengketa tanah.

“Tanah merupakan salah satu aset yang harus dikelola secara aman tanpa adanya persengketaan dan sertifikat sebagai bukti kepemilikan tanah yang sah dan memberikan kepastian hak atas kepemilikan tanah,” kata Kades Zainuddin kepada cahayabaru.id.

Hingga saat ini, lanjut kades, berkisar 2010 sertifikat yang sudah diserahkan kepada warganya. “Jumlah sertifikat yang sudah selesai sejumlah 2010, dari keseluruhan 2494 sertifikat yang sudah dibagikan secara bertahap,” jelasnya.

Sementara dalam penyerahan sertifikat pada warga Desa Banjarejo ini Agung Wibowo mengatakan, bahwa betapa pentingnya Sertifikasi Hak Atas Tanah (SHAT) agar warga tidak lagi ada yang bersengketa, karena program PTSL ini adalah program Nasional,” Jika ada kesalahan baik nama alamat atau tangal lahir, sebaiknya warga segera melapor ke pokmas agar dibetulkan lagi dan jangan di coret-coret sendiri,” pungkas Agung Wibowo.

Sementara itu, Budi (36), salah satu warga Desa Banjarejo yang antri mengambil Sertifikat sangat senang dengan adanya program PTSL yang ada di desanya ini. “Alhamdulillah dengan adannya program PTSL di Desa Banjarejo, saya sebagai warga sangat senang sekali. Semalam saya langsung diberi tahu pihak desa kalau hari ini disuruh hadir ke Balai Desa untuk mengambil sertifakat tanah saya yang sudah jadi,” pungkas Budi kepada cahayabaru.id.(Khairul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *