CB, Sidoarjo- Baru tiga hari setelah dilantik menggantikan Plt.Drs.Eko Agus Budi Priatna, M.Pd (8 September 2021), Dhanu Lukmantoro, S.Kom,ST,MM Kepala sekolah SMK Negeri 1 Sidoarjo sudah membuat gebrakan. Dalam kunjungan kerjanya ke kabupaten Sidoarjo Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina,SE,M.A,P menyempatkan hadir ke SMKN 1 Sidoarjo guna memberikan penyuluhan pendidikan terkait stunting serta memberikan sejumlah paket sembako bagi guru honorer, pegawai yang belum diangkat PNS serta anak dari keluarga korban dampak pandemi ciovid-19. Turut mendampingi Arzeti, Kepala Dinas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pusat, DPPKB Provinsi Jatim dan DPPKB Kabupaten Sidoarjo.
Acara dengan mengambil tema Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana yang didalamnya mengulas persoalan terkait stunting yang di gelar di ruang pertemuan SMKN 1 Sidoarjo jalan Monginsidi 71 kecamatan Sidoarjo,(13/9), tersebut dihadiri sedikitnya, 150 orang berlangsung lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dhanu Lukmantoro menyampaikan, beliau (Arzeti Bilbina,Red) adalah orang yang pemerhati kepada hal-hal sosial, dan ini sangat baik apalagi mengingat anak-anak perlu mendapatkan pendidikan sejak dini tentang keluarga sehingga bisa mempersiapkan masa depannya dengan baik artinya, dia tidak tergesa-gesa untuk menikah karena menikah sebaiknya usia 25 tahun untuk laki-laki dan usia 21 tahun untuk wanita. ” Kenapa, persiapan itu matang. Maka, Insya Allah keluarga itu menjadi keluarga yang sehat, yang cerdas karena ayah ibunya juga mumpuni karena sesuai pada masanya untuk berkeluarga,” terang Dhanu
Kemudian memperbaiki gizi, karena terjadinya anak menjadi cebol bukan karena keturunan kadang bisa karena faktor gizi sehingga yang sangat perlu diperhatikan saat 100 hari dari kelahiran karena akan timbul stunting dan stunting itu adalah hal yang berbahaya karena pertumbuhan fisiknya akan terganggu. ” Oleh karena itu, 100 hari itu sangat penting untuk diperhatikan apalagi ibunya dalam masa untuk pertumbuhan anak, ” jelasnya
” Saya baru tiga hari di angkat sudah bisa gayung bersambut dengan anggota DPR RI Komisi IX Bu Arzeti Bilbina, semoga saja SMKN 1 yang sudah COE (Center Of Excellence) dan sudah mendapatkan Pusat keunggulan mudah-mudahan cocok saya bina. Alhamdulilah, setelah saya dilantik Bu Arzeti berkenan mau hadir ke SMKN 1 Sidoarjo untuk memberikan pendidikan stunting dan memberikan paket sembako. Mudah-mudahan ke depan bisa memberikan keberkahan dan kebahagian bagi GTT dan PTT. “harap Dhanu
Seperti diketahui, mempersiapkan generasi emas 2045 bukan hal mudah karena stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia 2 tahun di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera diatasi karena akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.(ncs)
Cegah Stunting,
Anggota DPR RI Arzeti Bilbina Hadir di SMKN 1 Sidoarjo
CB, Sidoarjo- Baru tiga hari setelah dilantik menggantikan Plt.Drs.Eko Agus Budi Priatna, M.Pd (8 September 2021), Dhanu Lukmantoro, S.Kom,ST,MM Kepala sekolah SMK Negeri 1 Sidoarjo sudah membuat gebrakan demgan menggelar sosialisasi penguatan pendataan keluarga dan kelompok sasaran bangga kencana .Pada kesempatan tersebut Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina,SE,M.A,P menyempatkan hadir ke SMKN 1 Sidoarjo di sela-sela kunjungan kerjanya di kabupaten Sidoarjo. Selain memberikan pendidikan penyuluhan stunting anggota DPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) tersebut juga memberikan bantuan sejumlah paket sembako untuk guru honorer, pegawai tidak tetap, serta anak dari keluarga korban dampak pandemi ciovid-19. Turut mendampingi Arzeti, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pusat, DPPKB Provinsi Jatim dan DPPKB Kabupaten Sidoarjo.
Acara sosialisasi yang didalamnya mengulas persoalan terkait stunting yang di gelar di ruang pertemuan SMKN 1 Sidoarjo jalan Monginsidi 71 kecamatan Sidoarjo,(13/9), tersebut dihadiri sedikitnya, 150 orang berlangsung lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dhanu Lukmantoro menyampaikan, beliau (Arzeti Bilbina,Red) adalah orang yang pemerhati kepada hal-hal sosial, dan ini sangat baik apalagi mengingat anak-anak perlu mendapatkan pendidikan sejak dini tentang keluarga sehingga bisa mempersiapkan masa depannya dengan baik artinya, dia tidak tergesa-gesa untuk menikah karena menikah sebaiknya usia 25 tahun untuk laki-laki dan usia 21 tahun untuk wanita. ” Kenapa, persiapan itu matang. Maka, Insya Allah keluarga itu menjadi keluarga yang sehat, yang cerdas karena ayah ibunya juga mumpuni karena sesuai pada masanya untuk berkeluarga,” terang Dhanu
Kemudian memperbaiki gizi juga sangat penting karena terjadinya anak menjadi cebol bukan karena keturunan kadang bisa karena faktor gizi sehingga yang sangat perlu diperhatikan saat 100 hari dari kelahiran karena akan timbul stunting dan stunting itu adalah hal yang berbahaya karena pertumbuhan fisiknya akan terganggu. ” Oleh karena itu, 100 hari itu sangat penting untuk diperhatikan apalagi ibunya dalam masa untuk pertumbuhan anak, ” jelasnya
Dibawah kepemimpinan Dhanu Lukmantoro patut di acungi jempol. Pasalnya, dalam waktu tiga hari menjabat sudah bisa memberikan keberkahan bagi SMKN 1 Sidoarjo. ” Alhamdulilah, sudah bisa memberikan kebahagian untuk GTT dan PTT, semoga saja SMKN 1 yang sudah COE (Center Of Excellence) dan sudah mendapatkan Pusat keunggulan mudah-mudahan dibawah kepemimpinan saya kedepan cocok saya bina.” harapnya.
Seperti diketahui, mempersiapkan generasi emas 2045 bukan hal mudah karena stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia 2 tahun di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera diatasi karena akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.(ncs)
