Masuk Makam Sunan Pangkat, Mau Tidak Mau Harus Bayar

CB, MOJOKERTO – Makam Sunan Pangkat yang terletak di desa padusan kecamatan Pacet  kabupaten Mojokerto jawa timur, tepatnya di kaki gunung welirang mojokerto. Situs makam tidak asing lagi bagi para penziarah dari berbagai wilayah karena di samping kemunajatan di tempat tersebut juga lokasi yang sangat cocok untuk menikmati alam hijau dan pemandangan kota yang elok, tidak jauh dari lokasi makam terdapat tempat CAMP GROUND Bukit Krapyak.yang ramai di kunjungi para  pencinta alam ataupun individual.

Namun di waktu salah satu awak media yang kebetulan ada di lokasi Makam Sunan Pangkat mendapatkan info dari para peziarah bahwasanya untuk masuk atau berdoa di lokasi Makam dari pos pintu masuk utama di tarif Rp. 10.000 per orang, bukankah makam adalah situs religi  tempat peziarah yang bertujuan mengalap berkah bukan orang main main? apakah layak jika kita ke makamnya Sunan di mintai tarif tiket?

Mengenai info bersumber dari peziarah yang namanya tidak mau disebutkan, awak media menindak lanjuti masalah tersebut dan menanyakan persoalan ini pada yang instansi terkait.dan mendatangi kantor desa untuk menemui kepala desa padusan, namun awak media tidak mendapatkan jawaban yang akurat di karena kades (Iriani) kebetulan masih keluar.

Namun, oleh salah satu perangkat desa sebut saja (hari) diarahkan ke kantor perhutani untuk menemui Margono selaku pimpinan perhutani. Namun margono juga sedang ada di luar. “lagi di lapangan mas,” tutur salah satu pegawai perhutani.

Di jelaskan kalau di atas itu memang wilayah perhutani yang di kelola KPS untuk anak camp graund, namun dengan penjelasan salah satu pegawai perhutani kita rasa kurang lengkap. terus lanjut kembali menemui kades dan posisi  kades sudah balik ke kantor desa.dari hasil klarifikasi mengenai masalah tiket,

Kades Iriani menjelaskan, dengan adanya tiket itu sudah ada kesepakan perhutani dengan LMDH juga karang taruna padusan. jawaban dari kades, belum bisa maksimal di karenakan ketua LMDH Udin yang merupakan suami dari kades Iriani sendiri belum pulang dikarenakan ada rapat

 

 

 

Selang beberapa jam kita temui Udin ketua LMDH yang merupakan suami dari kades Iriani Sendiri, dan menjelaskan  dengan nada yang kurang enak di dengar, tiket memang di peruntukan bagi siapa saja yang masuk lokasi Sunan Pangkat mas, orang ziarah apa orang foto apa orang camp harus wajib bayar entah itu orang ziarah atau foto atau apa intinya, itu wilayah kekuasan LMDH dan perhutani (dengan nada yang keras) menjelaskan ke awak media, bahkan sewaktu salah satu jurnalis menjawab, ok pak kalau gitu kan enak biar jelas gak salah info, dengan jawaban nada tinggi, “silahkan mas… silahkan di tulis yang besar besar yaa silakan Monggo,” ucapnya dengan nada tinggi

Menanyakan bahwasanya perjanjian kesepakatan awal yang di tarif tiket adalah di Peruntukan yang ke camp ground aja atau sama peziarah? Margono menjelaskan, berdasarkan kesepakatan awal tertulis tiket di peruntukan khusus untuk anak camp ground bukan peziarah.namun kenyataan yang ada di lapangan, peziarah juga di mintai uang tiket masuk.

Margono sendiri tidak mengetahui bahwa selama ini peziarah juga di mintai uang tiket, bahkan di waktu awak media konfirmasi di kantor perhutani  Margono mencoba menghubungi telepon via whats app ke Udin mengenai Masalah ini, Udin sempat mengatakan (apa pak biasa wartawan iku golek golek aku wes apal pak ket biyen dadi kades wartawan mesti tak tantang)

 

 

Dengan nada yang sombong di waktu bicara dengan Margono. melalui ponsel hp di spieker dan kita dengarkan bersama. Dengan adanya pembicaraan Udin jelas -jelas melanggar pasal 310 ayat 1 KUHP (pencernaran nama baik) padahal tugas jurnalis hanya mencari informasi untuk mendapatkan berita yang akurat. kesimpulanya penjelasan antara Kades, ketua LMDH dan pimpinan perhutani ada yang tidak singkron kesannya diduga ada sesuatu yang di tutupi di pihak LMDH dan kades. bahkan kades Iriani sempat memberi amplop entah apa maksudnya, tapi  kembalikan amplop tersebut, bahasanya sih  (buat bensin mas). (Bersambung /tof)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *