Dana Hibah Pokir di Tulungagung ‘Jadi’ Bancakan

Muhson: Lembaga Kami Tidak Pernah Mendapatkan Bantuan Itu

CB, TULUNGAGUNG – Budaya ‘korupsi’ ternyata masih belum hilang sepenuhnya di Kota Marmer. Terbukti, Dana Bantuan Sosial (Bansos) hibah jenis Program Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Tulungagung Tahun 2020 ini misalnya, diduga jadi bancakan para oknum. Padahal dana hibah pokir tersebut jelas-jelas sudah terealisasi, akan tetapi tidak tersampaikan.

Sebuah lembaga pendidikan MI Tabiyatus Sbyan Desa Tanjung, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung ini jelas-jelas sudah muncul list, yakni pada tahun 2020 sekolahnya tak pernah mendapatkan bantuan hibah tersebut. Kepala Sekolah (Kasek) Mai Tabiyatus Sbyan, Muhson MPd,I mengatakan, kalau pada tahun 2020 sekolah tersebut tidak mendapatkan dana hibah program pokok pikiran (Pokir).

“Benar mas, lembaga pendidikan kami memang tidak pernah mendapatkan bantuan dana hibah pokir. Padahal pada tahun 2019 kami sudah mengajukan proposal sebesar Rp 450.000.000 guna perehapan sekolah,” jelas Muhson kepada cahayabaru.id, Kamis (30/09).

Setelah pengajuan proposal, lanjut Muhson, pernah diminta datang di Dinas Pendidikan dan Olahraga Pemkab Tulungagung dengan munculnya list lembaga-lembaga yang mendapatkan dana hibah pokir tersebut. Bahkan, dirinya pun sudah telah menandatangani hasil survey lapangan.

“Setelah pengajuan proposal, saya pernah diminta hadir ke Dinas Pendidikan tentang munculnya list lembaga-lembaga yang mendapatkan tahun 2020, termasuk lembaga kami. Saat itu kami diundang untuk menandatangani hasil survei lapangan dari pihak dinas untuk diminta tanda tangan dan setempel, dan itupun sudah kita lakukan” katanya.

Setelah itu, imbuh Muhson, ketika proses NPHD pihaknya dipanggil kembali, yakni setelah survei lapangan baru NPHD bersamaan revisi proposal dan ketika NPHD serta revisi proposal itu sudah tidak muncul. “Tapi kenyataannya kami tidak pernah dipanggil hingga saat ini,” pungkasnya

Masih kata Muhson, padahal lembaganya sangat membutuhkan dana itu, bantuan dana hibah pokir tahun 2020. Sebab sekolahnya itu sudah banyak sekali yang rusak dan tentu kurang begitu nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

“Makanya kami heran ketika melihat list, MI Tabiyatus Sbyan menerima dana hibah (Pokir) tahun 2020 sebanyak Rp 330.770.000 tidak kami terima. Padahal ajuan proposal kami melalui Anggota Dewan H. Isroil Muslimin, tapi hingga saat ini lembaga pendidikan kami sama sekali tidak menerima dana tersebut,” tutur Muhson kepada cahayabaru. id.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *