Pemkab Tanbu Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih Sungai Binjai

CB, Tanah Bumbu – Guna memberikan pelayan air bersih kepada masyarakat pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, membangun Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Desa Saring Sungai Binjai, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu.

Pembangunan IPA tersebut adalah untuk meningkatkan produksi dan pelayanan air bersih PDAM kepada masyarakat di Kecamatan Kusan Hilir dan Kusan Tenggah, Kabuoaten Tanah Bumbu.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat(PUPR) Tanah Bumbu, Subhansyah ST.MT mengatakan, pembagunan IPA di Desa Saring Sungai Binjai berkapasitas produksi 30 liter/detik”ujarnya Selasa,16/11/21

Pembangunan IPA tersebut berasal dari angaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat, senilai kurang lebih Rp 4,3 Miliar, dan dilaksanakan melalui lelang, serta batas waktu pelaksanakan pekerjaan pembangunan IPA ini selama 150 hari

Pembangunan IPA ini diharapkan dapat melayani 2000 sambungan rumah, air bersih warga Kec. Kusan Hilir. Adapun usulan dibangunnya IPA tersebut, berawal sebelum pemekaran wilayah Kecamatan Kusan Tengah.

Dengan terbentuknya Kecamatan Kusan Tenggah, Pemkab Tanbu melalui Dinas PUPR mengusulkan Intalasi Kabupaten Kota (IKK) dari APBN senilai Rp 32 Miliar, untuk pembangunan reservoir yang mampu produksi air bersih 1.500 liter/detik. Sehingga mampu melayani seluruh masyarakat Kusan Tanggah dan termasuk Rumah Sakit,” ungkapnya.

Lanjut Subhan, saat ini PDAM Kec. Kusan Hilir hanya mampu memproduksi air bersih sebanyak 70 liter/detik, yang melayani sekitar 5.718 unit sambungan ke rumah masyarakat.

Dengan adanya penambahan pembangunan IPA di Desa Saring Sungai Binjai yang memproduksi air bersih 30 liter/detik, dirasa belum cukup untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kusan Hilir dan Tenggah,” jelasnya.

Sebagai antisipasi kekurangan bahan baku air, Pemkab Tanbu melalui Dinas PUPR juga sudah mengusulkan APBN di Kementrian SDA, pembangunan air baku sekala besar di Satiung.

“Berdasarkan informasi yang kita dapat, usulan tersebut baru akan terealisasi di tahun 2023 mendatang. Karena di Satiung walaupun 3 bulan kemarau, air asin tidak masuk, berbeda bahan baku air di Sungai Kusan, apabila kemarau selama dua bulan air asin masuk karena jaraknya dekat dengan laut.

Sehingga siharapkan program yang sudah rencanakan dan usulkan ke pusat bisa terpenuhi,” tandasnya.
Jhon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *