Oknum Dispendikpora Tulungagung ‘Halangi’ Wartawan Saat Liputan

CB, TULUNGAGUNG – Dalam menjalankan tugasnya, profesi jurnalis ini kadang dianggap ‘momok’ oleh sejumlah oknum. Padahal, dalam Tugas Pokok dan Fungsi (tupoksi) jurnalis adalah menulis, menganalisis dan melaporkan sesuatu peristiwa kepada khalayak melalui media massa secara teratur serta memeriksa keautentikan sesuatu informasi yang akan disampaikan. Selain itu, seorang jurnalis harus melakukan wawancara kepada narasumber demi memperoleh informasi akurat untuk disampaikan ke publik.

Jurnalis, yang juga sering disebut Pers ini adalah Pilar ke empat di negara ini, yakni yang mana harus betul-betul menjadi corong masyarakat dan tidak boleh mempunyai rasa takut serta harus berani bersuara dalam mengungkap fakta serta mencari sebuah kebenaran untuk kebenaran.

Namun demikian, tak bisa dipungkiri, dalam setiap pekerjaan besar ataupun kecil tentu pula masing-masing bakal mempunyai resiko, dan hal ini harus dipahami soal resiko apa yang ada pada sebuah profesi jurnalis. Dan, seperti yang dialami oleh seorang jurnalis media online Suararepublik.id wilayah liputan Kabupaten Tulungagung ini.

Maksud hati upaya menggali sebuah informasi di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung dan ketika akan melalukan peliputan, wartawan Suararepublik.id ini ‘dihalang-halangi’ oknum Dispendikpora Tulungagung. Ketidak keterbukaannya pada insan jurnalis, adanya dugaan di Dispendikpora Tulungagung ini ‘sarat’ masalah.

Sementara kejadian menghalang-halangi tugas seorang jurnalis ini juga terekam jelas di video dan yang sudah beredar luas di sosmed. Hariyanto, Kabid Perencanaan Disdikpora Tulungagung saat dikonfirmasi soal pengghalangannya pada jurnalis itu, ia pun tidak ada maksud menghalang-halangi tugas jurnalis dan diapun hanya mengajak turun dari lantai serta hanya ingin ngobrol lebih dekat lagi. Apalagi, menurutnya, dirinya juga sangat kenal dekat dengan wartawan tersebut.

“Jujur saja, sama sekali saya tidak bermaksud menghalang-halangi tugas jurnalis. Kebetulan kami sudah saling kenal dan saya hanya ingin mengajak beliau turun untuk ngobrol maslah pribadi, tidak lebih dari itu,” jelasHariyanto kepada cahayabaru.id di ruang kerjanya, Rabu (24/11).

Sementara itu, wartawan media online Suararepublik.id mengatakan, kalau dirinya sudah menjelaskan pada yang bersangkutan kalau ia sedang mengadakan liputan. “Sebenarnya saya berkeinginan meliput berita, akan tetapi yang bersangkutan justru mengajak saya turun kelantai dasar. Dan saya punmenolak ajakannyq itu, karena obelum mendapatkan materi untuk bahan berita saya,” katanya

Akan tetapi, lanjutnya, dirinya merasa tidak mengerti apa yang dimaksud, yakni Kabid Perencanaan Dispendikpora Tulungagung ini dengan tiba-tiba mengajak turun lantai. Padahal, menurutnya, saat itu pula rapat itu juga belum usai.

“Sangat janggal bila yang bersangkutan mengajak saya turun kebawah gedung tersebut. Sebab rapat belum selesai dan seharusnya yang bersangkutan mengikuti jalannya rapat,” paparnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *