CB, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, menggelar Ulor-ulor sedekah bumi di Telaga Ngambal, Jumat (10/12). Seperti biasa, kegitan sedekah bumi tersebut dilakukan oleh warga masyrakat setempat, tepatnya pada hari pasaran Jum’at Kliwon alias berketepatan dengan musim tanam padi.
Pemdes Joho bersama warga dusun Ngambal, sangat antusias dalam ritual sedekah bumi tersebut. Terlihat sekali, sebelum acara tasyakuran dimulai, mereka para warga dan Kades terlihat semangat saat iring-iringan dalam kesenian Jaranan, reok kendang serta diiringi muda mudi dari perguruan pencak silat Cempakaputih.
Dalan kirap yang cukup meriah itu, sejumlah jajaran Pemdes Joho ini memakai pakaian adat Jawa lengkap dan mereka mengelilingi Telogo Ngambal yang disakralkan itu. Namun demikian, kegiatan tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan (rokes).
Kepala Desa (Kades) Joho, Achmad Nuroini mengatakan, kalau acara ulor-ulor atau sedekah bumi ini, sudah menjadi tradisi warga Dusun Ngambal, yakni ketika menyambut datangnya musim tanam. Dan, kegiatan Ulor-ulor bakal tetap dilestarikan setiap tahunnya.
“Acara Ulor-ulor atau sedekah bumi yang ada di Dusun Ngambal ini akan slalu kita dukung dan tetap kita lestarikan. Karena, kegiatan ini sendiri sudah menjadi adat budaya masyarakat sekitar sejak dulu,” kata Kades Joho Ahcmad Nuroini pada cahayabaru.id usai mengikuti kegiatan Ulor-ulor bersama warganya itu.
Disisi lain, lanjut kades, dalam kegiatan tersebut dirinya sangat merasakan pada sisi positifnya. Apalagi, kekompakan warganya dalam kegiatan itu, tentu pula ini menjadi nilai plus bagi dirinya.
“Saya melihat hal yang positif, saat melihat warga ngambal begitu tampak kompakdalam acara tasyakuran sedekah bumi ini. Dalam kegiatan ini, kami selaku Pemerintah Desa Joho, warga masyrakat, dan adik-adik perguruan pencak silat Cempakaputih ikut serta menggalang dana untuk kita salurkan pada sudara-saudara kita yang terkena musibah Gunung Semeru,” paparnya.(rul)
