CB, Bojonegoro – Pengadaan lahan di wilayah barat Bojonegoro untuk pelebaran jalan dilakukan tahun depan. Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 124 miliar. DPRD minta pemkab agar harga lahan akan dibeli dilakukan appraisal terlebih dulu.
‘’Lahan yang akan dibebaskan itu di-appraisal. Sehingga, harganya bisa sesuai,’’ ungkap Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto.
Saat ini, jalan itu sudah memiliki lebar 7 meter. Rencananya akan dilebarkan hingga 15 meter. Sehingga, perlu ada penambahan lahan seluas 8 meter lagi. ‘’Kalau panjangnya saya kurang tahu,’’ jelasnya.
Menurut Sukur, jalan dengan luas 15 meter itu sangat luas. Sebab, wilayah Kecamatan Tambakrejo saat ini masih belum banyak kendaraan. Rencaanya, jalan itu nantinya akan menuju wilayah Kabupaten Ngawi. “Lokasi tepatnya saya juga belum tahu pasti,’’ jelasnya.
Pelebaran jalan di wilayah itu rencananya akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Namun, sebelum dibangun, pemerintah pusat meminta pemkab melakukan pembebasan lahan. Sehingga, tahun depan pemkab harus melakukan pembebasan lahan sebelum pelebaran.
Sukur mengatakan, anggota DPRD sebenarnya banyak yang kurang setuju dengan pelebaran jalan itu. Wilayah barat itu masih sepi. Perekonomiannya belum begitu menggeliat. Sehingga, pelebaran jalan dinilai belum bisa memberikan banyak manfaat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Anwar Muktadho mengatakan, pelebaran jalan yang akan dilakukan tahun depan ada tiga titik. Yakni, Jalan Poros Napis-Watu Jago, Ngambon-Pasar Dawe, dan Pasar Dawe Ngawi. Itu yang akan dikerjakan tahun depan.
‘’Kalau yang dikerjakan tahun ini tidak ada pembahasan lahan,’’ jelasnya. (hms /aj)
