Ulama Dan Guru, Aktor Dan Tumpuhan Utama Penyelenggaraan Ber-Bangsa Ber-Negara

CB, GRESIK – Lembaga pendidikan adalah wahana berproses, tempat dimana para putra-putri penerus bangsa menimba ilmu dan pengetahuan, pendidikan juga sekaligus menjadi tumpuhan masa depan ibu pertiwi Negeri Tercinta Indonesia Raya.

Bersama senior insan pendidik wilayah daerah kabupaten Gresik, menjelang dan akan memasuki usia purna tugas, mengingat dan mengevaluasi selama berkenalan dan bermitra selama bertahun-tahun dengan awak media Cetak & Online Cahaya Baru, bertempat diarea kerjanya.

Pergantian pucuk pimpinan pemerintah daerah kabupaten Gresik belum lama ini, mutasi dan rolling kepegawaian lazim dilakukan guna terciptanya fress suasana dan iklim yang baru dan sehat, terlebih demi tercapainya tujuan yang lebih baik lagi disaat mendatang.

Menyoal tentang hal ihwal yang telah terjadi dan serta analistis masa yang akan datang, baik yang telah terjadi pada proses penyelenggaraan pemerintahan, dan khususnya pada penyelenggaraan pendidikan dilingkungan wilayah daerah kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Mengingat isu tentang keterlibatannya pejabat fungsional daerah pada kontestasi politik, hal mana yang tidak dapat dipungkiri dan sangat berkonsekwensi pada terganggunya psikis atau rasionalitas publik, terlebih jika berlakunya sangsi.

Bagi awak media, kedepan hal yang demikian agar diatur dan/atau dikemas dengan perundangan yang lebih santun dan beretika, yaitu dikembalikan perundangan kontestasi politik melalui lembaga dewan.

Beralih tema perbincangan, mengingat diskusi yang juga melibatkan karyawan sekolah lain, yaitu tentang evaluasi dengan menakar keberhasilan proses penyelenggaraan pemerintahan, oleh sebab bagi awak media Cahaya Baru bahwa potret penyelenggara pemerintah saat ini adalah hasil dari lembaga pendidikan.

Jika parameter keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan adalah banyaknya bangunan insfrastruktur, siapa yang patut mendapatkan pujiannya ?.

Sebaliknya, jika terdapat kelemahan dalam penyelenggaraan pemerintahan khususnya dibidang pembangunan, lalu faktor dan siapa yang paling bertanggung jawab ?.

Jika Nagasaki dan Hirosima luluh lantak dan menjadikan guru sebagai aktor utama dalam pemulihannya, maka dapat menjadi referensi. Jika dunia adalah sekolahan bagi segenap ummat manusia maka Ulama’lah sebagai tumpuhannya, adalah menjadi kesimpulan diskusi antara awak media bersama guru dan para karyawan sekolah, Senin, (20/21/2021).(SUB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *