CB, TULUNGAGUNG – Peresmian Pasar Hewan Terpadu (PHT) di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, disambut positif para pedagang hewan. Peresmian atau pindahan/boyongan pasar hewan terpadu ini juga dilaksanakan acara tasyakuran di lokasi pasar yang telah kelar pada 22 November 2021, lalu.
Peresmian pasar hewan terpadu ini dihadiri langsung Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM, Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo SE, Jajaran Forkompinda Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepala Perangkat Daerah dan Stakeholder terkait.
Bupati Maryoto Birowo mengatakan, bahwa pembangunan pasar hewan terpadu ini berlatar belakang keinginan Kabupaten Tulungagung memiliki sebuah pasar hewan yang memiliki fasilitas lengkap dalam satu lahan pasar yang terintegrasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan dan jual beli hewan.
Dan, menurut bupati, bahwa petonsi peternakan, khususnya peternakan sapi di wilayah Kabupaten Tulungagung, dan berdasarkan Tulungagung Dalam Angka besar 137.095 ekor. Mantan Sekda Tulungagung ini juga menjelaskan, dengan adanya pasar hewan yang terpusat di Pasar Hewan Terpadu di Desa Sumberdadi ini, diharap dapat menjamin mutu dan kualitas hewan ternak yang diperjualbelikan serta dapat memicu kepercayaan masyarakat Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya guna meningkatkan kegiatan jual belinya.
Selain itu, diharapkan kedepan dapat pula meningkatkan aktivitas perekonomian di lokasi pasar hewan terpadu dan lingkungan sekitar. “Semoga pasar hewan terpadu ini bisa meningkatkan aktivitas perekonomian,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung ini.
Ditempat yang sama,
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung Drs Tri Hariyadi MSi mengatakan, soal kegiatan selamatan atau tasyakuran boyongan itu agar para pedagang yang ada di pasar hewan terpadu itu bisa melaksanakan aktivitas ditempat yang baru ini dalam keadaan selamat serta lancar dalam mengais rezeki.
“Harapan kami pasar hewan terpadu ini nanti benar-benar bermanfaat bagi para pedagang dan warga sekitar” kata Tri Hariyadi Msi kepada cahayabaru.id.
Untuk pedagang yang ada di pasar hewan terpadu, lanjut mantan Kabag Umum Tulungagung ini, merupakan pindahan dari pasar hewan Beji Boyolangu, yakni yang terdiri dari jumlah pedagang makanan minuman dengan jumlah 56 pedagang. Sedangkan untuk pedagang ternak kisaran 200 pedagang sapi dan 150 pedagang kambing berasal dari Kabupaten Kediri, Blitar, Trenggalek, Malang hingga pedagang dari Kabupaten Magetan.
Selain itu, imbuhnya, di Pasar Hewan Terpadu ini sendiri terdapat 4 blok bangunan, termasuk 16 kios, 1 kantor pengelola, 1 pos jaga serta 2 kamar mandi. Sedangkan untuk tambahan sapi, tersedia 50 tambahan dan yang mampu menampung berkisar 700 samapi 800 ekor sapi. Dan, untuk tambahan hewan kambing tersedia 20 tambahan yang mampu menampung berkisar 400 hingga 500 ekor kambing.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Didik Sulaksono Putro SE, Mengatakan, bila dibandingkan dengan pasar Beji Boyolangu atau pasar yang lama, yakni Pasar Hewan Terpadu ini lebih luas. Namun, untuk saat ini, Pasar Hewan Terpadu hanya digunakan untuk pasaran Pahing saja. Dan, harapnya, pendapatan para pedagang nanti bisa semakin meningkat dan termasuk para pedagang makanan yang ada di pasar hewan terpadu tersebut.
“Untuk sementara ini pasaran PHT itu hanya digunakan untuk pasaran Pahing saja. Jadi, untuk perkembangan berikutnya apakah itu nanti bisa dimanfaatkan harian, dan itu nanti lihat kondisi selanjutnya. Dan kami juga sangat berharap kepada para pedagang nantinya bisa menjaga kebersihan PHT dengan baik” kata Didik Sulaksono Putro kepada cahayabaru.id diruang kerjanya, kemarin.(Hsu)
