CB, Tanah Bumbu – Seorang Kepala Desa yang seharusnya memberikan contoh yang baik dalam menjalankan amanah warga sebagai pemimpin desa, akan tetapi sikap Atum amat disesalkan oleh para warga karena amanah tersebut diabaikan oleh oknum Kades Bayansari, Kecamatan Tanah Bumbu,Kalimantan Selatan.
Sebagai Kepala Desa Bayansari, oknum Kades ini diduga telah membohongi warganya, pasalnya puluhan warga yang merasa kecewa itu ingin memperjuangkan Hak berupa SHM, yang keberadaan nya sekarang selalu dialihkan dan seakan tidak ditanggapi alias menghindar.
Namun dari sumber warga sendiri yang memang SHM nya dipindah tangan kan oleh Kepala Desa Bayansari, Atum sudah menuai titik titik terangnya.
Bahkan bukan Adam Malik saja warga Bayansari yang menjadi korbannya namun banyak pula warga Bayansari lainnya juga menjadi korban hilangnya SHM mereka yang jatuh atau diserahkan ke tangan orang lain oleh Kepala Desa Bayansari tanpa proses pemindahan Hak yang benar dan tidak sesuai aturan Hukumnya.
Kepada wartawan para warga yang menjadi korban Kepala Desa Bayansari, Atum lebih jauh menyebutkan ada beberapa nama atas SHM yang pindah tangan tanpa ada kejelasan Kepala Desa Bayansari yakni; M Munir, yang SHM nya disinyalir dialihkan ke salah satu oknum Pengurus KUD 49(Irpan), selain itu SHM nya juga dialihkan ke salah satu oknum KUD 49 (Yusfi), selanjutnya SHM nya dialihkan ke H. Nursim yg diakui sebagai tokoh masyarakat.
Dari pengakuan warga ada juga SHM yang yg dialihkan ke salah satu oknum aparat kemanan oleh perangkat Desa, dan masih banyak lagi yang semua itu perbuatan Kepala Desa yang mengalihkan, kata Adam Malik selaku warga pencari Fakta dan Keadilan atas SHM nya yg dialihkan ke sdr Zaini oleh Kepala Desa Bayansari sendiri.
Namun lebih jauh juga dikatakan kenapa seperti orang orang dekat dan juga perangkat Desa Bayansari bisa diambil atau diserahkan SHM nya. Sedangkan saya masyarkat kecil dan juga selak Ketua RT di Desa kok dipersulit ada apa….apa pertimbangan Kepala Desa Bayansari terkesan tebang pilih dan semaunya sendiri?
Atas penjelasan warga tersebut wartawan media ini berniat konfirmasi kebenarannya namun pada saat habis sholat Maghrib dua orang wartawan, yaitu Johny Cornelius dari Media Cyber/media cetak Cahaya Baru dan Khairil Ansari, Metro7 Cyber/media cetak mendatangi rumah Atum Kepala Desa Bayansari.
Akan tetapi ketika Atum melihat kedatangan wartawan dia pun langsung lompat yang mirip dengan gerakan Pocong menyelinap ke kamar dan dijawab oleh istri kalau Pak Kades nya nggak ada dirumah, padahal sebelumnya sudah janjian by Phone…..wallahualam.
Hal ini terindikasi Atum alergi dengan wartawan karena dia menyembunyikan kasus Desa Bayan Sari yang belum terkuak.
Akan tetapi jika seseorang sembunyikan “bangkai” lama kelamaan bau bangkai itu pasti akan tercium.
Jhon
