CB, Bojonegoro – Rencana pelebaran jalan di ruas Napis, Kecamatan Tambakrejo-Watu Jago, Kecamatan Margomulyo, Ngambon-Pasar Dawe, Kecamatan Ngambon, disiapkan anggaran Rp 124 miliar. Anggaran pelebaran murni dibebankan APBD, sedangkan pembangunan jalan dengan dana sharing Pemerintah Pusat dan Pemkab Bojonegoro.
Ketua komisi D DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan, Pelebaran jalan diproyeksikan untuk pengembangan ekonomi di wilayah pinggiran, sebab tidak lama lagi ada jalan tol yang melintas Bojonegoro.
Sebagai catatan bahwa, kami sudah ke Jakarta menanyakan soal itu dan rencananya tol mulai dibangun tahun 2025 mendatang.
“Sebelum jalan tol dibangun, Bojonegoro harus melakukan persiapan, sehingga tidak hanya dilintasi tol, namun harus memiliki dampak positif di bidang ekonomi. Salah satu yang dipersiapkan adalah meningkatkan jalan yang ada di wilayah barat,” tutur Ketua komisi D itu Senin (27/06/2022).
Ia menjelaskan, proses pengadaan lahan untuk pelebaran akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten. “Pemkab menyediakan alokasi anggaran mencapai Rp 124 miliar lebih. Sebab, lahan yang akan dibebaskan itu sebagian besar adalah milik warga. Pengerjaan akan dilakukan langsung oleh pusat,’’ ucap Imam.
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro menambahkan, sebagian jalan poros Napis-Watu Jago sudah lebar. Namun, lebarnya masih kurang karena target pelebarannya akan mencapai 15 meter. Saat ini ruas jalan Napis-Watu Jago sebagian sudah memiliki lebar 7 meter, cukup lebar untuk ukuran jalan poros Desa.
‘’Jalan sebagian masih sempit, jadi perlu dilebarkan lagi, Pemerintah Pusat berencana membangun jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Babat, akan menggunakan lahan solo valey. Jika jalan tol itu jadi, maka sudah ada akses untuk masuk ke Bojonegoro,’’ kata Ketua Komisi D Imam Sholikin. (aj)
