CB, Bojonegoro – Hari Jumat 01 Juli Pembukaan kegiatan Diklatsar Banser (Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna) ke 2 SATKORYON Banser Kedungadem yang dilaksanakan di Balai Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro resmi dibuka oleh Ketua PAC GP Ansor Kedungadem Najib Nurdianto S.Pd. dengan tema ‘Memperkuat Generasi Milenial Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah Yang Militan Dalam Bingkai NKRI Menuju Peradaban Dunia Modern’. Najib Nurdianto S.Pd, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kedungadem selaku inspektur upacara
Mengatakan, kegiatan Diklatsar atau Pendidikan latihan dasar Banser adalah kegiatan rutin, ini merupakan bagian tugas pokok Pimpinan Cabang untuk mengadakan kegiatan-kegiatan Diklat.
“Kegiatan Diklatsar ini merupakan agenda wajib, minimal satu periode kepemimpinan diadakan satu kali,” tuturnya.
Ia berharap, bahwa Diklatsar ini dapat membentuk karakter pemuda yang satu cinta kepada Bangsa dan Negara, yang kedua taat pada fatwa-fatwa Kiyai bagaimanapun kita faham betul bahwa hari ini aksi-aksi intoleransi masih ada di beberapa daerah sekitar kita maka kegiatan Diklatsar adalah upaya konkrit dari kami Gerakan Ansor untuk meminimalisir membentuk karakter pemuda yang toleran pembentuk karakter pemuda yang mengayomi pembentuk karakter pemuda yang cinta kepada bangsa dan negara.
“Kegiatan Diklatsar ini diikuti 41 peserta dan selama 3 hari kedepan para peserta akan dilatih ala militer untuk menjadi kader kader militan yang tidak baperan tidak ngambekan, maka dari itu siapkan fisik dan mental panjenengan semuanya.
Pasukan hanya ada satu jawaban di saat komandan mengintruksikan, yaitu jawabannya cuma siap”, kata Ketua PAC GP Ansor Kedungadem.
Sementara Kepala Desa Kesongo Kusnadi sebagai tuan rumah Diklat sangat mengapresiasi kegiatan ini, beliau menyampaikan, semoga dengan diadakannya Pendidikan dan Pelatihan Dasar dari Banser bisa merekrut kader kader sebanyak mungkin supaya bisa menjaga kondusifitas wilayahnya masing masing dan juga mempersempit ruang gerak saudara kita yang masih berafiliasi radikalisme, serta akan melahirkan generasi-generasi muda penerus NU yang militan, tidak cuma NU-NU an, generasi muda yang cerdas dalam ilmu pengetahuan juga baik di dalam Akhlak.
“Seperti para pendahulu pendiri pendiri NU, tujuannya ada adalah menjaga dan merawat negara ini, begitu juga kita sebagai penerusnya berkewajiban untuk mendidik kader kader muda untuk menjadi pasukan yang militan menjaga nilai-nilai ke-NU-an juga konsisten menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk tetap tegak berdiri dan khususnya menjaga para kyai,” ucap Kusnadi yang juga pernah menjadi pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Kedungadem.
Selanjutnya, Camat Kedungadem Agus Susetyo Hardiyanto SSTP.MM Dalam sambutan singkatnya menyampaikan, diklat ini adalah proses yang harus dilalui, semoga yang ikut diklat ini menjadi orang yang sukses, bisa menjalankan syariah nya dengan baik.
“Harapan saya sampai selesai kegiatan ini tidak ada peserta yang sakit,” katanya.
Hadir dalam kegiatan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sutikno S.Pd.I, Kapolsek Kedungadem, Koramil Kedungadem, Camat Kedungadem, Kepala Desa Kesongo, Suriah kecamatan Kedungadem dan Pengurus Muslimat, Fatayat Kedungadem serta dari berbagai unsur unsur NU. (aj)
