Atasi Permasalahan Petani, Anggota Komisi D ini Beri Solusi

CB, Bojonegoro – Permasalahan petani selama ini terutama di wilayah Kabupaten Bojonegoro menjadi perhatian khusus dari Anggota DPRD Bojonegoro, Ahmad Suyono.

Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan petani, pertama dengan memperbanyak Sekolah Lapang Pertanian (SLP). Kedua, menempatkan tenaga Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) tiap Desa satu PP. Ketiga, memberikan stabdarisasi Harga Panen.

“Itu menjadi bagian solusi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” tutur anggota komisi D itu, rabu (6/7/2022).

Lebih lanjut Suyono menyebutkan, SLP bisa menjadi solusinya. Sebab tranformasi teknologi pertanian bisa lebih efektif kepada para petani. Solusi beriiutnya dengan Satu Desa Satu Penyuluh. Dengan kehadiran penyuluh di Desa dapat membantu secara cepat pada saat petani membutuhkan

“Sebab selama ini petani tidak tahu siapa penyuluh pertanian. Sehingga dengan adanya penyuluh di masing – masing desa itu dapat membantu permasalahan petani. Dan pemerintah dalam hal ini harus memperbanyak tenaga PPL,” kata kak Yono, sapaan akrabnya.

Sedangkan untuk Standarisasi Harga Panen bertujuan agar para petani tidak selalu seperti berjudi setiap kali menanam harga hasil panen sudah dapat diketahui oleh para petani.

Perlu diketahui dalam berita resmi yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Bojonegoro bernomor 01/12/Tahun 2021, 6 Desember 2021 disebutkan bahwa jumlah penduduk miskin yang bekerja di sektor pertanian adalah 41,6 persen dari jumlah penduduk miskin di Bojonegoro tahun 2021. Jika jumlah penduduk miskin di Bojonegoro adalah 166.520 orang maka jumlah petani yang masih miskin sebanyak 69.373 orang.

Sedangkan dalam buku keadaan angkatan kerja di Jawa Timur Agustus 2021 menyebutkan bahwa jumlah tenaga kerja di sektor pertanian di Bojonegoro adalah 289.284 orang atau 41,78 persen dari total penduduk yang bekerja di Bojonegoro yang berjumlah 692.456 orang. (Nas/aj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *