17 Stand Meriahkan Perkim Expo 2022, Bupati: Pemerintah Adalah Publik Servis, Maka Harus Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat

CB, TULUNGAGUNG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Pemkab Tulungagung, menggelar Perkim Expo 2022 di halaman kantor dinas setempat, Rabu (24/08).
Perkim Expo 2022 digelar dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional 2022 dan HUT RI ke- 77 dengan mengambil tema “Pemenuhan Rumah MBR Tingkatkan Ekonomi Masyarakat”.

Perkim Expo 2022 ini di ikuti kisaran 17 Stand dan dibuka langsung oleh Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM. Dalam sambutannya, Perkim Expo 2022 diadakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum tentang produk perumahan di Kabupaten Tulungagung melalui pameran pengembang perumahan.

Selain itu, Perkim Expo 2022 ini juga mengajak para akademisi dan pengembang untuk bertukar fikiran melalui simposium dan mengenalkan kepada generasi muda tentang pentingnya hunian atau rumah melalui lomba-lomba yang diadakan mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa serta untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang produk perumahan di Tulungagung.

Dan, menurut Bupati Maryoto Birowo, hari perumahan nasional diperingati sejak adanya program perumahan sehat yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Mohammad Hatta. Dalam kesempatan itu, Wapres menyampaikan bahwa cita-cita Pemerintah adalah menyediakan kebutuhan rumah bagi rakyat karena rumah merupakan kebutuhan dasar. Sesuai dengan keputusan Menteri Perumahan Rakyat No. 46/KPTS/M/2008 menyatakan bahwa 25 Agustus adalah hari perumahan nasional yang diperingati setiap tahunnya

“Mendasari hal tersebut maka dinyatakan bahwa kebutuhan perumahan merupakan kewenangan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah baik pemerintah pusat sampai dengan pemerintah kabupaten,” kata Bupati Maryoto Birowo dengan mimik serius.

Dalam hidup manusia, lanjut mantan Sekda Tulungagung ini, ada kebutuhan pokok yang harus dipenuhi diantaranya papan, sandang dan pangan. Tentu, semua itu, merupakan kebutuhan yang sudah mendasar.
Bahkan, dalam filosofi Jawa, orang berumah tangga itu adalah garwa, wisma dan kukila.
“Wisma artinya rumah atau papan, garwa itu adalah istri atau pasangan hidup, dan kukila itu adalah alat yang bisa membantu. Itu semua dikatakan sebagai kebutuhan dasar pokok,” jelasnya.

Bagi warga masyarakat yang kurang mampu, imbuhnya, Diperkim juga mengeluarkan program bedah rumah yang jumlahnya sudah puluhan ribu, yakni bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat mempunyai hunian layak.

“Setiap tahunnya, Pemkab Tulungagung berjuang dan berusaha mengembangkan angka backlog atau kebutuhan perumahan dapat terlaksana. Pada intinya, berguna bagi masyarakat selalu kita beri kemudahan utamanya yang menyangkut perijinan,” paparnya.

Masih kata Bupati Maryoto, upaya memenuhi kebutuhan akan hunian yang terus meningkat disebabkan jumlah keluarga baru terus meningkat, maka pemerintah pun secara terus menerus melakukan berbagai kegiatan dan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam arti, masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapatkan dukungan pemerintah.

“Pemerintah adalah publik service, maka harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bagi warga yang tidak mampu, pemerintah terus berupaya untuk membatu dan meberikan kesempatan kepada investor agar bisa berbuat dengan membantu menyediakan perumahan yang terjangkau,” jelas bupati.

Sementara itu, selain dimeriahkan 17 stand, yakni pembukaan Perkim Expo 2022 dimeriahkan pula seni Reok Kendang yang dimainkan para siswa-siswi sekolah dasar (SD) serta kisaran seratus peserta lomba lukis untuk  tingkat SD.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *