Nguri Uri Budaya Bersih Desa di Kelurahan Sananwetan Kota Blitar

CB Blitar – Sebuah tradisi budaya Bersih Desa Buceng Guyub berjumlah 17 yang digelar oleh Kelurahan Sananwetan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar ini, mendapat respon dan dukungan positif dari seluruh warganya, termasuk pemerintah Kota Blitar. Acara yang menjadi salah satu kearifan lokal masyarakat ini, digelar rutin setiap tahunnya mengandung makna dan maksud yang mulia, sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77. Buceng Guyub ini di kirab mulai dari depan kantor Kelurahan, menuju finish Makam Mbah Imam Soepingi, Jum’at Legi (2/9/2022).

Acara ini menampilkan aneka ragam budaya seperti reog Ponorogo, adat Madura, ada juga yang berpakaian ala Wiro Sableng. Start dilepas oleh Lurah.

Hadir dalam acara kirab budaya buceng ini yakni Walikora Blitar yang diwakili oleh Kabag pemerintahan, anggota DPRD Kota Blitar, Camat, Ketua pelaksana Bersih desa beserta anggota, Lurah Sananwetan beserta perangkat Kelurahan, tokoh masyarakat, RT, RW dan seluruh warga Sananwetan.

Lurah Sananwetan, Heri Sukotjo SE menuturkan bahwa kegiatan kirab Buceng Guyub ini rutin tiap tahun diadakan dan selalu jatuh pada malam Jum’at legi bulan Agustus. Dengan adanya buceng ini, telah menggambarkan kehidupsn masyarakat Kelurahan Sananwetan. Segala buceng yang terpampang memiliki makna dan melambangkan kehidupan warga Sananwetan.

“Di buceng trrsebut ada buah nanas, ada lombok, ada brambang bawang dan yang paling atas adalah buah sukun atau buah pisang (ontong). Semua memiliki lambang, seperti buah nanas yang berarti setiap manusia melewati duri-duri kehidupan. Lombok atau cabe mempunyai arti, setiap manusia akan merasakan pedas. Brambang bawang melambangkan suka maupun duka,” jelasnya.

“Ada Luwih, yang bermakna warga Sananwetan biar luwih-luwih atau lebih-lebih rejekinya. Ada buah waluh yang melambangkan agar kita dijauhkan dari teluh atau balak. Gunungan Buceng mengkrucut keatas, ada buah sukun yang mengartikan bahwa warga Kelurahan Sananwetan sugih rukun, sehingga warga jadi guyub rukun dan sejahtera,” pungkas Lurah yang disukai warga.

Sementara itu, Walikota Blitar yang diwakili oleh Kabag Pemerintahan, Parminto menyampaikan ditengah kesibukan kita masih bisa nguri uri, melestarikan salah satu kearifan lokal budaya di wilayah Kelurahan Sananwetan terkait dengan bersih desa dan diadakan Kirab Buceng Guyub.

“Pesan bapak Walikota untuk seluruh warga Sananwefan, yaitu beliau sangat mengapresiasi gelaran kirab seperti ini, harapan kedepan bisa dikembangkan dan bisa menjadi salah satu ikon, salah satu potensi yang tidak hanya sekedar dilihat oleh warga kelurahan Sananwetan tetapi menjadi daya tarik didatangi wisatawan,” ujarnya.

“Disamping Kirab Buceng Guyub ini sebagai wujud rasa syukur yang telah diberikan, semoga dengan adanya kegiatan ini guyub rukun warga Kelurahan Sananwetan bisa terus terjaga untuk bersama-sama membangun Kota Blitar, menjadi kota yang keren,” imbuhnya.(Pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *