Gresik,cb.Air merupakan sumber daya alam yang sangat vital dan diperlukan untuk menentukan seluruh kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Dalam segala macam kegiatan manusia, air merupakan kebutuhan pokok untuk melangsungkan berbagai kegiatan, seperti keperluan sekolah-sekolah, rumah tangga, misalnya untuk minum, masak, mandi, cuci, keperluan industri, keperluan perdagangan, keperluan dan pemeliharaan pertanian, keperluan pelayaran dan lain sebagainya. Oleh karena itu air sangat berfungsi dan berperan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan Standar Air Bersih pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solusi Per Aqua, Dan Pemandian Umum. Udara yang sesuai untuk kebutuhan sanitasi yaitu udara yang tidak berbau, tidak berasa, tidak keruh atau memiliki tingkat kekeruhan yang rendah. Selain itu, air tersebut juga tidak mengandung bakteri E. coliserta mengandung kadar kimiawi yang rendah, seperti PH, zat besi, deterjen, sianida, pestisida, timbal, seng, dan lain-lain. Adapun standar air bersih untuk minum yaitu seharusnya terlindung dari sumber pencemaran, binatang yang membawa penyakit, dan tempat perkembangbiakan hewan atau bakteri. Secara fisik air bersih untuk layak secara keseluruhan yaitu tidak berbau, jernih, memiliki bagian yang terasa tawar, dan tidak langsung dengan matahari atau suhu sejuk sekitar 10–25 derajat Celcius, dan tidak memiliki endapan di udara.
Saat awak media cahaya baru berkunjung ke salah satu Lembaga pendidikan di MTSN Metatu Benjeng disambut dengan ramah oleh kepala sekolah Pamuji dan kami pun dipersilahkan untuk masuk ke ruang kerjanya Kamis,15/09/20022.
Beliau menyampaikan dan berkeluh kesah kepada awak media “bahwasanya di sini yang lebih tepatnya di sekolah kami sangat kekurangan air bersih untuk anak-anak dan para guru beserta staf.
Kalau untuk air bersih kami untuk per hari memerlukan antara satu hingga dua tangki, sedangkan di sini anak didik kami saja ada sekitar 1018 anak didik mas.
Dan belum lagi untuk guru dan staf ada 72 orang.
Masih kepala sekolah ” saya sampai kasihan sama anak-anak,karena air bersih sangat penting sekali untuk kebutuhan di sekolah kami dan lagi untuk anak-anak beserta guru disini untuk menjalankan sholat buat wudhu.
Kami juga sudah berusaha menyampaikan kepada Kemenag Gresik
tapi ya sampai sekarang belum juga bisa masuk ke lembaga pendidikan ini,dulu kami sempat mencoba bikin sumur bor tapi sampai 17 meter lebih masih belum juga bisa menghasilkan air yang kami harapkan.” keluhnya.
Saat yang bersamaan lalu kami awak media mencoba menghubungi salah satu staf yang ada perumda tirta Gresik sebut Irwan beliau menyampaikan pada kami “kalau memang di wilayah Metatu khususnya masih belum ada pipa yang masuk disana mas dan kita juga kesulitan untuk bisa mendapatkan sambungannya, pungkasnya “.
Disini kami awak media bertanya-tanya,
kalau hal yang sebetulnya sangat mudah kok masih saja tidak bisa.kalau melihat struktur jarak antara jembatan di medangan benjeng tidaklah terlalu jauh dengan sekolah MAN 2 dan MTSN Metatu Benjeng Gresik tapi kenapa kok masih saja tidak bisa.
Apalagi ini adalah lembaga pendidikan Islam yang sangat penting, apalagi di kabupaten khususnya Gresik yang mayoritas agama Islam.
Kepala sekolah Pamuji sangat berharap kepada pemerintah kabupaten Gresik untuk bisa memperhatikan lembaga pendidikan kami khususnya MAN 2 dan MTSN Metatu Benjeng Gresik, pungkasnya.”
Dengan adanya berita ini ditayangkan diharapkan khususnya pemerintah kabupaten Gresik untuk bisa memberikan atau sambungan pipa PDAM yang belum terpasang di sekolah MAN 2 dan MTSN Metatu Benjeng Gresik.(Tim).
