Pengertian Migrasi, Jenis – Jenisnya Serta Penyebabnya

Cahayabaru, Bojonegoro – Migrasi adalah salah satu pergerakan penduduk di suatu daerah atau negara. Sebutan untuk orang yang melakukan migrasi adalah migran. Migrasi adalah tantangan tersendiri bagi sejumlah negara. Migrasi terjadi karena berbagai alasan seperti faktor ekonomi, sosial, politik atau lingkungan, bisa mendorong terjadinya migrasi.

Migrasi sering terjadi dalam jarak dekat maupun jarak yang jauh dan dari satu negara ke negara lain. Adapun salah satu contoh sederhana dari migrasi penduduk tersebut misalnya saja seperti adanya penduduk dari desa yang memutuskan untuk menetap di kota dalam periode yang lama guna mencari pekerjaan yang lebih baik di kota tersebut.

Keputusan migrasi didasarkan pada perbandingan untung rugi yang berkaitan dengan kedua daerah tersebut. Tujuan utama migrasi adalah meningkatkan taraf hidup migran dan keluarganya, sehingga umumnya mereka mencari pekerjaan yang dapat memberikan pendapatan dan status sosial yang lebih tinggi di daerah tujuan.

Pada umumnya ada tiga kondisi yang menyebabkan migrasi pekerja dari suatu wilayah untuk mengambil keputusan melakukan aktivitas di luar wilayahnya. Ketiga kondisi tersebut adalah kemiskinan, rendahnya kesempatan kerja dan rendahnya tingkat upah persatuan tenaga kerja. Kondisi ekonomi tersebut kemudian mendorong mereka untuk mengambil keputusan ekonomi rasional yang mungkin bisa membantu mereka. Migrasi internasional merupakan salah satu pilihan yang dianggap paling rasional meskipun mereka juga sadar dengan berbagai resiko yang mungkin terjadi.

Sejak krisis ekonomi pada tahun 1997/8, terdapat perubahan dalam pasar kerja di Indonesia. Karena jumlah investasi dikurangi, banyak orang kehilangan perkerjaan sehingga ada kenaikan tingkat pengangguran. Ada perubahan dari kerja formal kepada kerja informal bersama dengan suatu perubahan dari pekerjaan dalam sektor perkotaan kepada sektor pertanian. Meskipun demikian, sektor-sektor informal ini kewalahan dan tidak bisa menampung semua tenaga kerja ini. Walaupun ada sebagian kecil pekerja pekerja terampil yang pergi ke negara-negara maju, kebanyakan TKI adalah tenaga buruh, bukan ahli yang bekerja di sektor yang tidak resmi di negara penerima.

Dalam rangka perencanaan di bidang kependudukan sebagai penunjang pembangunan nasianal, regional dan pedesaan, pengetahuan tentang pola dan perilaku migrasi di berbagai daerah di Indonesia perlu diketahui. Padahal gejala migrasi ini terus semakin meningkat pada akhir-akhir ini, khususnya migrasi yang Internasional.

Jenis migrasi menurut sifatnya.

Migrasi permanen, Migrasi permanen adalah gerak penduduk yang melintas batas wilayah asal menuju ke wilayah lain dengan niatan menetap di daerah tujuan. Orang yang melakukan migrasi ini bertujuan menetap pada daerah yang dituju.

Migrasi sirkuler, Migrasi Sirkuler yaitu migrasi yang terjadi jika seseorang berpindah tempat, tetapi tidak bermaksud menetap di tempat tujuan, mungkin hanya mendekati tempat pekerjaan. Migrasi penduduk sirkuler dapat didefinisikan sebagai gerak penduduk yang melintas batas administrasi suatu daerah menuju ke daerah lain dalam jangka waktu kurang enam bulan.

Migrasi Ulang-alik, Migrasi ulang-alik yaitu orang yang setiap hari meninggalkan tempat tinggalnya pergi ke kota lain untuk bekerja atau berdagang dan sebagainya, tetapi pulang pada sore harinya.

Migrasi Semasa Hidup (Life Time Migration), Migrasi semasa hidup yaitu jenis migrasi yang bedasarkan tempat kelahiran. Migrasi semasa hidup adalah mereka yang pada waktu pencacahan sensus bertempat tinggal di daerah yang berbeda dengan tempat kelahirannya.

Selain itu migrasi penduduk dibedakan menjadi dua jenis, yakni migrasi internal dan migrasi internasional. Agar kita bisa mengetahui masing-masing jenis migrasi tersebut, maka simaklah penjelasan singkat berikut ini:

Migrasi Internal, Migrasi internal dikenal juga sebagai migrasi nasional, yakni perpindahan penduduk untuk mencari tempat menetap baru yang masih dilakukan di dalam satu negara. Mobilitas penduduk jenis ini juga dikategorikan kembali menjadi 3 jenis, yakni : Sirkulasi, yaitu perpindahan penduduk yang tidak menetap dan hanya tinggal untuk jangka waktu tertentu pada suatu wilayah. Berdasarkan intensitasnya, sirkulasi dibedakan ke dalam beberapa bagian. Yaitu sirkulasi harian, sirkulasi mingguan, dan sirkulasi bulanan.

Urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk menetap. Beberapa faktor pendorong urbanisasi yaitu tidak ada lapangan pekerjaan di desa, lahan pertanian yang sempit, upah yang rendah, dan lain sebagainya. Tertariknya masyarakat untuk pindah ke kota biasanya kerana ada banyak lapangan pekerjaan, upah tenaga yang lebih besar, dan lain sebagainya.

Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa. Ini merupakan kebalikan dari urbanisasi. Faktor pendorongnya biasanya karena masyarakat kota merasa jenuh tinggal di kota, harga lahan yang terlalu mahal di kota, dan lain sebagainya.

Transmigrasi atau perpindahan dari pulau yang berpenduduk banyak ke pulau yang memiliki sedikit penduduk. Jenis transmigrasi adalah transmigrasi umum, transmigrasi spontan, transmigrasi sektoral, dan transmigrasi bedol desa.

Migrasi Internasional
Seperti namanya, migrasi internasional merupakan perpindahan penduduk yang melibatkan negara lain, atau perpindahannya terjadi dari suatu negara ke negara lainnya dengan tujuan mendapatkan tempat tinggal yang baru. Migrasi internasional juga dapat dibagi kembali menjadi 3 jenis, diantaranya : Imigrasi, yakni masuknya suatu penduduk dari suatu negara ke negara lain untuk menetap. Misalnya ketika seorang wisatawan yang datang dari Australia ke Indonesia.

Emigrasi, yaitu keluarnya suatu penduduk dari suatu negara ke negara lain untuk menetap. Misalnya tenaga kerja Indonesia yang berpindah ke Korea untuk bekerja.
Remigrasi, yaitu kembalinya penduduk yang melakukan imigrasi ke negara asalnya.

Penyebab Terjadinya Migrasi
Setelah mengetahui pengertian migrasi dan jenis-jenis migrasi, maka hal selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah penyebab terjadinya migrasi. Berikut ini adalah penyebab terjadinya migrasi.

Bencana Alam, Migrasi biasanya disebabkan karena bencana alam seperti meletusnya gunung berapi, gempa, wabah penyakit, dan lain sebagainya. Hal ini biasanya dilakukan oleh masyarakat dalam rangka untuk mendatangi wilayah yang aman.

Ekonomi, Penyebab kedua adalah ekonomi. Biasanya, seorang yang memiliki keterbatasan ekonomi akan mencari tempat atau wilayah yang bisa memberikan kestabilan ekonomi meskipun harus memaksa mereka untuk melakukan migrasi.

Agama, Orang yang beragama akan tetapi agamanya tidak mayoritas maka cenderung akan mencari sebuah wilayah yang bisa menjamin keamanannya. Hal ini dilakukan ketika sebuah pemeluk agama tidak tenang dan tidak merasa aman di suatu wilayah.

Politik, Sebab terakhir yang membuat orang melakukan migrasi adalah politik. Keadaan politik yang memanas akan membuat masyarakat yang hendak mencari keamanan akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang tidak membahayakan mereka. Ini umum terjadi di wilayah yang rawan konflik.

Simpulan dari penulisan artikel ini adalah Ada empat faktor yang menyebabkan tenaga kerja melakukan migrasi ke luar negeri yaitu :

Faktor-faktor pendorong yang berasal dari daerah asal seperti pendapatan yang rendah, sempitnya lapangan pekerjaan, dan kondisi fisik daerah yang tidak mendukung, sehingga dengan melakukan migrasi ke luar negeri dapat meningkatkan pendapatan, dan memperoleh pekerjaan dengan gaji yang relatif tinggi.

Faktor-faktor penarik yang berasal dari negara tujuan yaitu gaji yang tinggi, peluang kerja yang luas dan pengalaman.

Faktor Rintangan : menunjukkan bahwa tidak ada faktor rintangan yang menghambat mereka untuk melakukan migrasi ke luar negeri. Baik dari faktor jarak, biaya, maupun keluarga.

Faktor Pribadi : Secara Pribadi para migran memutuskan untuk bermigrasi dan bekerja ke luar negeri karena ingin hidup mandiri atau bergantung pada orang lain dan semata-mata demi masa depan keluarga mereka.

Sedangkan dampak dari hasil menjadi TKI ke luar negeri adalah mampu meningkatkan status sosial ekonomi mereka dan keluarga mereka ditengah kehidupan masyarakat walaupun ada juga dampak negatifnya.(An/aj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *