CB, TULUNGAGUNG – Musim penghujan mulai tiba dan sudah menjadi hal yang biasa di musim hujan disertai pula adanya ‘musibah’ alam. Seperti yang terjadi di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung. Dan, akibat curah hujan yang tinggi, badan jalan menuju pantai Sine Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, Senin (03/10), material longsor menutupi ruas jalan menuju Pantai Sine.
Dikonfirmasi tentang bencana alam tersebut, Kepala Desa Kalibatur Asim mengatakan, bila tanah longsor yang menutupi badan jalan menuju ke pantai Sine itu, yakni akibat curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan badan jalan menuju pantai Sine tertimbun longsor sepanjang 30 meter.
Namun, saat sebagian material tanah longsor sudah di bersihkan oleh pemerintah desa, BPD dan warga setempat dengan peralatan seadanya, tanah yang menutupi bahu jalan itu pun sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan roda empat.
“Benar mas, akibat hujan kemarin (Senin 03/10, red) sepanjang 30 meter badan jalan menuju ke Pantai Sine tertimbun material tanah dan batu. Alhamdulillah berkat ketanggapan teman-teman Pemdes, BPD dan masyarakat melakukan gotong royong dengan peralatan seadanya,, jalan itu bisa dilalui kembali,” kata Kades Kalibatur Asim kepada Cahaya Baru, Selasa (04/10).
Jalan yang menuju Pantai Sine, lanjut Asim, memang rawan longsor. Apalagi pada saat curah hujan yang tinggi, bisa dipastikan menjadi langganan longsor. Untuk itu, berharap pada Pemkab Tulungagung untuk segera melakukan evaluasi tempat-tempat rawan longsor serta segera mengabil tindakan dengan membuat benteng bronjong agar tidak terjadi longsor susulan.
“Kami sangat berharap kepada Pemkab Tulungagung untuk segera melakukan evaluasi dan mengambil tindakan agar tidak terjadi adanya longsor susulan,” harap Kades Asim.
Masih kata Kades Asim, akses jalan menuju Pantai Sine, yakni selain tempat pemukiman nelayan juga menjadi salah satu tempat Destinasi wisata. Untuk itu, ketika badan jalan tertimbun material longsor tentu akan melumpuhkan roda perekonomian warga dusun Sine dan sekitarnya.
“Jalan menuju pantai Sine memang rawan longsor, apa lagi di saat curah hujan yang tinggi. Makanya kami berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung segera menijau tempat-tempat rawan longsor, sebab Pantai Sine selain di huni para nelayan juga menjadi salah satu Destinasi wisata,” ujarnya.
Sehingga, imbuh Asim, saat badan jalan itu tertimbun longsor, ia bersama perangkat dan masyarakat sekitar untuk segera mengambil tindakan agar tidak melumpuhkan perekonomian warga setempat. “Ketika badan jalan tertimbun tanah longsor dan secara otomatis melumpuhkan roda perekonomian warga setempat. Ya, kami pun harus tanggap walaupun peralatan seadanya,” (rul)
