CAHAYA BARU, TOLITOLI – Kapolres Tolitoli AKBP Ridwan Raja Dewa SIK menemui masa aksi di depan Polres Tolitoli, mendengar tuntutan dari aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), meminta Kapolres Tolitoli untuk minta maaf, atas perlakuan anggota Polres Tolitoli, yang di anggap sobek bendera (HMI) saat pengamanan demonstrasi di gerbang kejaksaan Tolitoli.
Usai menerima masa aksi demonstrasi di Polres Tolitoli. AKBP Ridwan Raja Dewa SIK berkunjung di sekretariat cabang himpunan mahasiswa Islam (HMI), kunjungan Kapolres Ridwan, untuk klarifikasi terkait permasalahan anggota polres tolitoli yang sempat bersi keras dengan masa demonstrasi di depan kejaksaa negeri Tolitoli.
Kapolres Ridwan, mengganggap permasalahan ini merupakan kesalapahaman yang terjadi di lapangan saat masa demonstrasi dan anggota Polres Tolitoli,
Kesalapahaman ini terjadi, saat anggota Polres Tolitoli melakukan pengamanan di depan kejaksaan, pada hari, Selasa 27 September 2022
Pada saat itu, ada masa Aksi mahasiswa yang menggunakan bendera (HMI) memakai tiang bambu runcing mendorong pagar kejaksaan untuk memaksa masuk kehalaman kantor kejaksaan Tolitoli, hal itu di nilai anggota dalmas Polres Tolitoli sangatlah membahayakan, sehingga tiang bambu runcing diambil dan Bendera HMI, di amankan yang merupakan untuk keaman bersama, begitu lah kejadian dan faktanya.
Namun walaupun di nilai hanya lah kesalapahaman, Kapolres Ridwan tetap bijak dan rendah hati untuk meminta maaf, atas kejadian sobeknya bendera HMI.
Kapolres Ridwan mengungkapkan, bahwa hal ini akan jadi evaluasi kami, sehingga pengamanan berikut nya, akan lebih sesuai SOP, sehingga kesalapahaman seperti kejadian kemarin tidak akan terulang kembali.
Permohonan maaf disampaikan langsung oleh Kapolres Tolitoli AKBP Ridwan Raja Dewa SIK di depan gedung sekretariat himpunan mahasiswa Islam (HMI) cabang Tolitoli, selain permohonan maaf ke HMI, permohonan maaf juga tersampaikan, untuk semua HMI yang ada di seluruh wilayah Indonesia. (yan)
