CB,TULUNGAGUNG – Tingginya curah hujan kali pertama di Tulungagung, membuat sebagian daerah terjadi bencana longsor. Kali ini, bahagian dapur rumah milik Sinto (57), warga RT 02 RW 01 dusunTekik, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, roboh akibat terkena material longsoran tanah.
Hasil informasi yang dihimpun Cahaya Baru dilanpangan, kejadian yang merobohkan rumah milik Sinto pada Senin (04/10) akibat hujan yang cukup lebat. Dan, saat kejadian, Sinto mendengar bunyi yang sangat keras dibahagian dapur rumahnya. Sontak, saat itu, ia bersama keluarganya berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Tak mau berpikir panjang, Sinto dan keluarganya itu langsung menuju musholla yang ada dekat rumahnya.
Dan, kisaran pukul 14.00, pemerintah desa setempat datang dengan membawa sembako bersama BNPB Tulungagung serta melihat kondisi dapur rumah miliknya yang roboh. Dikonfirmasi terkait kejadian yang menimpa warganya itu, Kepala Desa (Kades) Rejosari Sudikan mengatakan, jika dapur rumah salah satu warganya yang roboh itu akibat terkena longsoran material.
“Benar, pada Senin (03/10, red) dapur rumah warga kami roboh tertimbun material longsor, namun tidak ada korban jiwa dalam kajadian ini. Mendengar berita salah satu dapur milik warga kami tertimbun longsor, kamipun bersama warga setempat melakukan bergotong royong membersihkan material longsor,” kata Kades.
Selain mengajak warganya untuk gotong royong membersihkan rumah Sinto, kades juga memberikan bantuan sembako dari BNPB Pemkab Tulungagung. “Kami dan BNPB Tulungagung langsung ke rumah korban bencana,” ucap Kades.
Masih kata Sudikan, lokasi rumah Sinto (korban longsor, red) memang berada di bawah tebing. Sehingga, sangat rawan terkena longsor jika curah hujan tinggi seperti yang terjadi kemarin.
“Lokasi rumah warga kami ini tepat dibawah tebing, makanya sangat rawan longsor ketika musim hujan. Dan kami selaku Kades Rejosari mengucapkan terimakasih pada pihak BNPB yang langsung cepat tangap dan langsung datang ke Rumah Sinto,” paparnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Pemkab Tulungagung Robinson Nadeak saat dikonfirmasi terkait bencana longsor yang terjadi tiga hari terakhir ini di wilayah Tulungagung mengatakan, bahwa bencana longsor disebabkan tingginya curah hujan. Dan, menurutnya, bencana longsor ini tidak terjadi di wilayah Kecamatan Kalidawir saja, akan tetapi juga terjadi di wilayah Kecamatan Pagerwojo, Tanggunggunung dan Kecamatan Besuki.
“Betul, hujan yang terjadi pada Senin (03/10, red) mengakibatkan di wilayah empat kecamatan ini mengalami bencana longsor. Untuk itu, kami berharap kepada warga masyarakat, khususnya daerah rawan longsor untuk tetap waspada dengan longsor susulan,” kata Robinson Nadeak kepada Cahaya Baru, Rabu (05/10).(rul)
