CB, TULUNGAGUNG – Belum lama ini, di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung mengalami bencana longsor. Bencana longsor yang terjadi di sejumlah kecamatan itu tak lain setelah curah hujan yang cukup tinggi.
Tak pelak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung akhirnya memberi himbauan kepada warga masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada dalam menghadapi musim ekstrem tahun ini, khususnya daerah rawan bencana longsor banjir. Pasalnya, musim penghujan tahun ini disebut musim ekstrem.
Belum lama himbauan datang dari Pemkab Tulungagung dan setelah terjadinya longsor di sejumlah kecamatan itu, kini banjir bandang telah melanda sejumlah lokasi yang ada di wilayah Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung.
Dan, salah satu lokasi yang diterjang banjir bandang ini adalah wisata Pantai Gemah, yakni di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Setelah terjadinya banjir bandang di wisata yang sabab hari ramai pengunjung itu, Wakil Bupati (Wabup) Tulungagung bersama Kapolres Tulungagung datang meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir bandang tersebut.
“Saat banjir terjadi, bapak Wabup dan bapak Kapolres langsung meninjau lokasi banjir,” kata Kepala Desa (Kades) Keboiren Supirin kepada awak media.
Lebih dari 6 warung, lanjut Supirin, yang ada di pinggir Pantai Gemah itu hilang terbawa terbawa banjir. Namun demikian, untuk memastikan jumlah kerugian yang dialami, masih dilakukan pendataan oleh Pokdarwis Keboireng.
“Untuk sementara yang kita ketahui masih 6 warung yang terbawa arus dan yang lainnya masih dalam pendataan oleh Pokdarwis,” paparnya.
Dari 6 warung yang terbawa arus itu, imbuhnya, yakni disebabkan banjir bandang dari turunnya hujan yang cukup deras dan yang terjadi pada Minggu (09/10, red). Dan, akibat tingginya intensitas hujan yang turun itu mengakibatkan banjir bandang melanda sebagian Desa Keboireng. Bahkan, menurutnya, banjir bandang itu juga masuk sampai ke rumah-rumah warga serta memporak-porandakan fasilitas yang ada di Pantai Gemah.
“Ya, banjir bandang yang terjadi kali ini disebabkan hujan sangat deras pada Minggu malam kemarin mas,” ungkap Supirin.
Masih kata Supirin, akibat banjir bandang itu, yakni 12 pengunjung Pantai Gemah terjebak dan harus dievakuasi oleh petugas. “Alhamdulillah, pengunjung khususnya ibu-ibu itu bisa terselamatkan walau sebelumnya mereka putus asa,” jelas Kades.
Namun saat dikonfirmasi kerugian akibat banjir bandang ini, Supirin belum bisa memastikan. Namun demikian,
untuk fasilitas Pantai Gemah diprediksi kerugian kisaran lebih dari Rp.500 juta. “Mungkin itu informasi untuk sementara yang bisa kami berikan,” kata Supirin.(rul)
