CB, TULUNGAGUNG – Musim penghujan tahun ini membuat sejumlah warga di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung merasa was-was dan takut. Pasalnya, tingginya curah hujan dalam kurun sepekan ini telah terjadi bencana longsor, banjir, tanah bergerak hingga tanah amblas.
Sedangkan wilayah selatan yang tertimpa bencana inj adalah Kecamatan Kalidawir, Tanggunggunung, Besuki serta Kecamatan Bandung. Dan, tingginya curah hujan membuat pemukiman warga, khususnya di daerah pegunungan rawan longsor. Sebab, pemukiman warga di daerah pegunungan ini kebanyakan berada di dekat tebing, hal ini yang membuat mereka merasa was-was dan takut.
Jarmi, (63), warga dusun Krajan Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung ini misalnya, rumah miliknya di bagian belakang ambruk dan rata dengan tanah. Dan, ambruknya rumah milik janda lansia ini disebabkan pergeseran tanah yang terjadi belakangan ini.
Jarmi menceritakan, yakni pada Kamis (13/10) malam dibelakang rumahnya ada pergeseran tanah. Dan, kemudian Jarmi bersama anaknya lari menyelamatkan diri kerumah tetangganya. Saat ingin mengetahui rumahnya yang semalam ditinggal tidur di rumah tetangganya itu, iapun kaget bahagian belakang rumahnya ambruk.
“Awalnya terjadi pergeseran tanah di bahagian belakang rumah saya mas, kemudian saya bersama anak saya lari mengungsi di rumah tetangga. Saat paginya pulang, dapur rumah saya sudah ambruk,” kata Jarmi saat ditemui Cahaya Baru dikediamannya yang ambruk itu dengan nada lirih.
Ketika disinggung soal Pemerintah Desa (Pemdes) Rejosari sudah mengetahui kalau rumahnya ambruk, Jarmi mengaku kalau Kades dan perangkatnya itu langsung datang di kediamannya.
“Sudah mas, pak kepala desa datang dan meninjau rumah saya. Selain melihat rumah saya yang roboh itu, beliaunya juga menyerahkan bantuan sembako,” ucapnya.
Kepala Desa, lanjutnya, selain melihat dan memberi bantuan juga memberi masukan agar dirinya untuk sementara di rumah anaknya. Selain Kades, BPBD, Disperkim Tulungagung serta Kapolsek Kalidawir juga memberikan bantuan sembako pada dirinya.
Sudikan, Kepala Desa (Kades) Rejosari saat dikonfirmasi mengatakan, separuh rumah milik warganya itu ambruk akibat pergeseran tanah. Namun demikian, kades mengatakan, rumah warganya yang ambruk itu sebenarnya tak layak dihuni. Dan, akhirnya, warga setempat pun diajak membongkar rumah yang ambruk tersebut.
“Bagaimana caranya untuk membangun rumah Jarmi kembali, kami telah melaporkan ke BPBD dan Dinas Perkim Kabupaten. Alhamdulilah rumah warga kami sudah di tinjau dan Kapolsek Kalidawir pun memberikan sembako,” ujar Kades.(rul)
