Cahayabaru.id, – BLITAR – Banjir bandang yang melanda dibeberapa titik wilayah Blitar bagian selatan, khususnya Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar mengalami kerusakan yang cukup parah. Pasar desa, dan ternak milik warga hanyut, diantaranya sapi, ayam, kambing dan Kolam lele.
Terjadinya banjir ini diduga akibat penebangan kayu liar, sehingga hutan menjadi gundul. Tak hanya itu, alih fungsi hutan produktif menjadi lahan pertanian juga diduga menjadi penyebab akibat banjir di beberapa wilayah Blitar selatan, Senin (17/10/2022).
Menurut Kepala Desa (Kades) Ngeni, Iwan Haris Efendi menjelaskan, diperkiraan banjir terjadi sekitar pukul 03.00 karena semalam suntuk mulai jam 19.00 wib sampai pagi hari ini hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Air meluap sampai ke jalan dan pasar Ngeni pun yang ada di sebelah lapangan ikut hanyut ,dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa ,namun korban hewan ternak ada seekor sapi dan 1500 ekor ayam siap panen serta satu kolam ikan siap panen ikut hanyut,” terangnya
Dituturkan oleh Kades Ngeni, sementara yang bisa kami lakukan adalah mengamankan barang barang milik pedagang pasar Ngeni yang ikut hanyut agar kerugian para pedang tidak terlalu besar.
“Kita bisa lihat di wilayah Utara Desa Ngeni hutannya tidak ada satupun pohon, faktor yang menyebabkan banjir menurut saya karena penebangan pohon secara liar,” jelas Kades Ngeni Iwan Haris Efendi
Sementara itu Bhabinkatibmas Desa Ngeni, Bripka Imam mengatakan,” Saat ini warga saling bahu membahu dengan perangkat Desa dan warga masyarakat untuk melakukan evakuasi dan membantu warga yang di timpa musibah banjir ini,”ujarnya.
Perlu diketahui, wilayah Blitar selatan yang terkena dampak banjir diantaranya Desa Bacem, Keleruhan Sutojayan meliputi lingkungan Gondanglegi, lingkungan Blimbing, serta Kelurahan Kalipang, wilayah kecamatan Sutojayan.
Disampaikan, banjir bandang juga terjadi didesa Serang Kecamatan Panggungrejo, puluhan rumah warga terendam banjir bahkan ada yang sampai ikut hanyut dan satu mushola terendam banjir, akibat dari luapan sungai Klatak yang tidak mampu menampung debit air.
Sampai berita ini diturunkan, banjir menggenangi beberapa kawasan , BPBD Kabupaten Blitar, bersama tim SAR, TNI dan Polri, serta para relawan, beserta masyarakat terjun ke lapangan membantu meng evakuasi warga, dan ternak yang terkena dampak banjir. (Pram).
