Dinkes Jatim Catat Ada 23 Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius 12 Balita Di Jatim Meninggal Dunia Orangtua Dihimbau Waspada

CB, SURABAYA – Perkembangan kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Antipikal ( GGAPA) diJawa Timur ada 12 balita di Jatim meninggal akibat Gagal Ginjal Akut, Dinkes  Jawa Timur menghimbau kepada orangtua untuk meningkatkan kewaspadaan putra putrinya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Jln Ahmad Yani Surabaya, Dr.dr.hnì Erwin Astha Triyono menyampaikan”berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Jawa Timur, sampai tanggal 20 Oktober ada 23 kasus gangguan gagal ginjal akut misterius,
pihaknya mencatat sebanyak 23 kasus gagal ginjal akut misterius pada anak usia 0sampai 5 tahun meninggal 12 kasus, sembuh 8 kasus dan dirawat ada 3 kasus, 2dirawat di RSUD. Dr Sutomo dan 1 RSUD .Saiful Anwar ,14 di antaranya di Surabaya dan 9 lainnya di Malang.

Untuk itu, Dinkes Jatim meminta seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dan apotek, agar sementara tidak meresepkan atau menjual obat cair/syrup. Hal ini untuk mengantisipasi penyakit gagal ginjal akut misterius.

“Seluruhnya kita imbau untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas, dalam bentuk syrup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah,” kata Kepala Dinkes Jatim, dr. Erwin Astha
Jumat 21 oktober 2022

Imbauan tersebut merujuk pada Surat Edaran Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tanggal 18 Oktober 2022 dari Kemenkes RI perihal Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal.

Erwin pun mengimbau kepada para orangtua agar anak-anak usia 0-18 tahun terutama balita, untuk sementara tidak mengonsumsi obat-obatan dalam bentuk cair/syrup yang didapatkan secara bebas. Jika memang dibutuhkan, para orangtua disarankan meminta resep dokter untuk mendapat obat pengganti.

“Jika anak menderita demam lebih diutamakan untuk mencukupi kebutuhan cairannya, kompres air hangat dan menggunakan pakaian tipis. Namun jika terdapat tanda-tanda demam bahaya, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” paparnya

Erwin menjelaskan gejala yang umum ditemukan pada anak gagal ginjal akut misterius adalah urine atau kencing yang berkurang. Ditambah dengan demam flu.

“Artinya, selama kita curiga itu kencingnya berkurang, bisa periksa ke dokter. Kalau kencingnya baik, tapi ada flunya ya tetap ke rumah sakit,

Adapun langkah pencegahan penyakit tersebut, kata dia, perilaku hidup bersih dan sehat. “Jadi, dengan adanya cuaca ini diupayakan untuk nutrisi bagus, hindari kontak udara dingin berlebihan, jadi anak tetap sehat. Kalau ada gejala flu ke dokter terdekat,” pungkasnya. (Pri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *