Ratusan Kades Datangi Pendopo Tulungagung, Kapolres: Saya Tidak Sependapat Kalau Ada Anggota Saya Yang Mencari-cari Permasalahan Kesalahan

CB, TULUNGAGUNG- Ratusan Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa (AKD) Tulungagung, Senin (24/10), mendatangi Pendopo Tulungagung Kongas Arum Kusomoning Bongso. Kedatangan para kades ini dalam rangka wadul atau meminta perlindungan pada Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM soal keresahan yang selama ini ia alami.

Mereka, ratusan kades, dalam menjalankan aktivitasnya akhir-akhir ini meresa tak nyaman dan merasa resah setelah adanya sejumlah pihak yang menyurati mempertanyakan soal APBDes, pelaksanaan pekerjaan, anggaran serta lain-lainnya.

Dan, sesampainya di Pendopo, ratusan kades ini disambut hangat oleh Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Kapolres serta Komandan Kodim 0807 Tulungagung.

Bendahara Asosiasi Kepala Desa (AKD) Danang Catur ST, MSi menyampaikan, keresahan para kades sebenarnya sudah lama dan munculnya surat-surat itu berawal dari SIPD yang mudah diakses oleh siapa saja.

“Awalnya dari SIPD itu, kan itu global alias awal rencana kerja pemerintah desa, tapi tidak memperhatikan tentang rencana kerja yang ada perubahan waktu PAK. Sehingga, antara awal sama akhir itu tidak sama karena ada PAK,” kata Danang Catur yang diamini rekan-rekannya itu.

Jadi, lanjutnya, dengan adanya info-info yang menyatakan tidak sama anggaran, akhirnya muncul surat-surat dari LSM menanyakan hal-hal tersebut. Dan, menurutnya, karena kemampuan atau SDM kepala desa itu tidak sama, cara menjawab mereka pun ada yang rancu dikarenakan tidak paham.

“Akhirnya dengan adanya surat-surat itu mereka bingung dan mereka mendapat pressure dan akhirnya mereka tidak bisa menjawab. Keresahan mereka muncul juga adanya intimidasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto SH, MH menjawab keluhan yang disampaikan Ketua AKD Tulungagung Soleh mengatakan, kalau kepala desa tidak perlu takut dengan polisi, yakni selama tidak salah.

“Tidak usah takut dengan polisi, selama tidak salah dan laksanakan dengan baik dalam mengabdi pada masyarakat,” kata Kapolres Tulungagung yang dikenal santun dan akrab dengan wartawan ini.

Namun demikian, imbunya, dirinya juga tidak sependapat kalau ada anggotanya yang mencari-cari permasalahan kesalahan. Untuk itu, iapun meminta kepada kades untuk melaporkan anggotanya yang melakukan hal tersebut.

“Saya tidak sependapat kalau ada anggotanya saya yang mencari-cari permasalahan kesalahan seseorang. Jadi laporkan saya langsung dan mereka pasti akan saya tindak tegas,” ujar Kapolres seraya meminta kades untuk mencatat nomor handphone pribadinya itu.

Sementara itu, penyampaian atau statement Ketua AKD Tulungagung Soleh dihadapan Bupati, Kapolres, Kajari serta Dandim 0807 Tulungagung ini disesalkan para kades. Sebab, menurutnya, statement Ketua AKD tentang Kades Batangsaren yang saat ini tersandung hukum justru memicu masalah. Namun, benarkah Kades Batangsaren ini telah wadul masalah yang dialaminya itu pada Ketua AKD?

“Jujur mas, apa yang disampaikan Ketua AKD malah justru memicu masalah dan kasihan Kades Batangsaren. Artinya, kami sangat kecewa dan sangat menyayangkan statement Ketua AKD,” ungkap sejumlah kades ini dengan nada kecewa.(rul/Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *