CB,TULUNGAGUNG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, adalah sekolah kejuruan yang berdiri sejak tahun 2010 itu kini makin terdepan Sehingga, SMKN 1 Rejotangan yang berhadapan dengan rel kereta api ini tak bisa dipandang dengan sebelah mata oleh sekolah lain.
Terbukti, berbagai prestasi pun telah diraih SMKN 1 Rejotangan yang kini memiliki kisaran 2.700 siswa serta memiliki tujuh kompentensi keahlian. Dan, sekolah yang dulu kurang diminati siswa baru itu, kini pun memiliki segudang inovasi program.
Belum lama ini misalnya, kompentensi keahlian diantaranya adalah Teknik Kendaraan Ringan Otomitif (TKRO), Tehnik Bisnis dan Sepeda Motor (TBSM), Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ), Tehnik Elektronika Industri (TEI), Akuntansi Keuangan dan Lembaga (AKL), Otomasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP) serta Asisten Keperewatan (KPR).
Sedangkan dedikasi tenaga guru pengajar serta siswa didik kejuruan Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN 1 Rejotangan ternyata sangat luar biasa. Terbukti, dengan adanya Inovasi Temuan Smart Penerangan Jalan Umum (PJU) ION tentu mereka layak mendapat apresiasi.
Sedangkan fungsi Smart system PJU ION tersebut bisa memonitor atau mengatur lampu-lampu penerangan jalan umum dalam satu lokasi tertentu secara nirikabel (wireless), monitoring dan pengaturan lampu lampu PJU tersebut bisa dilakukan menggunakan gawai (smartphone androit) melalui jaringan GSM (3G dan 4G).
Kepala Sekolah (Kasek) SMKN 1 Rejotangan Drs Masrul Hanafi MM dikomfirmasi via WhatsApp mengatakan, yakni Teknologi Smart Sistem PJU itu hasil dari inovasi tenaga guru pengajar dan siswa didik KejuruanTehnik Komputer Jaringan (TKJ). Tentu pula, semua ini, kelak akan mempermudah dapat monitoring lampu PJU hanya dengan melihat smartphone.
“Intinya, dengan temuan Teknologi Smart Sistem PJU ini, petugas akan lebih mudah monitoring lampu PJU bila ada yang rusak, tanpa harus menunggu laporan dari warga. Sebab lampu PJU tersebut sudah bisa di monitoring melalui gawai smartphone,” jelas Masrul Hanafi kepada Cahaya Baru, Rabu (26/10).(rul)
