CB, TULUNGAGUNG – Upaya menjaga populasi (kelangkaan, red) ikan bader dan tawes, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Perikanan Tulungagung, Senin (14/11), telah memberi bantuan benih ikan sebanyak 185.000 pada enam Kepala Desa. Diharap, bantuan benih ikan ini kelak bisa berkembang biak dan bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Sedangkan enam desa yang mendapatkan bantuan benih ikan dari Dinas Perikanan Tulungagung diantaranya adalah Desa Sidomulyo Kecamatan Gondang, Desa Sidomulyo Kecamatan Pagerwojo, Desa Punjul Kecamatan Karangrejo, Desa Pucung Kecamatan Ngantru, Desa Banyuurip Kecamatan Kalidawir serta Desa Pangunguni Kecamatan Pucanglaban. Dan, masing masing Desa menerima 45.000 ekor benih ikan, dan khususnya untuk Desa Pucung Kecamatan Ngantru mendapatkan 50.000 bibit ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung Lugu Tri Handoko mengatakan, bahwa benih ikan yang di berikan pada enam kepala desa itu adalah pengadaan benih ikan dalam program restocking. Dan, untuk penyebaran benih ikan ini rencananya bakal dilepas di perairan umum dan darat maupun dilahan genangan yang kelak bisa berkembang biak.
Kepala Dinas Perikanan Tulungagung menyampaikan, untuk benih ikan yang diberikan warga masyarakat yang disampaikan melalui kepala desa ini adalah bibit ikan Tawes dan Bader. Karena, menurutnya, dua jenis ikan ini ditengarai hampir punah.
Untuk itu, untuk menjaga kelangkaan pada dua jenis ikan tersebut, pihaknya pun telah memberikan bantuan bibit ke desa – desa, khususnya desa yang memiliki embung dilahan darat atau genanangan. Karena, dua jenis ikan ini tidak perlu diberi pakan alias bisa mencari makan sendiri.
“Program ini dalam bentuk restocking, penyebaran bibit ikan di perairan umum dan darat atau genangan. Dan bibit ikan yang kita berikan kepada masyarakat itu jenis tawes dan bader, yang saat ini di Tulungagung hampir punah populasinya,” kata Lugu Tri Handoko saat dikonfirmasi Cahaya Baru, Senin (14/11).
Dalam rapat di Prajamukti, lanjut Lugu, Bidang Ekonomi juga telah berkolaborasi dengan Dinas Perikanan,.yakni pelaku bidang Nelayan, Poklasar dan pembudidaya ikan yang berjumlah 80 orang. Dan, tujuannya, apabila ada anggota yang kekurangan modal, mereka bisa mengajukan pinjaman ke Bank BRI, Bank BPTN, Bank Sariah serta Bank UMKM Jatim.
Tentu, semua itu, syarat pinjaman itupun mamakai jaminan.seperti BPKB atau sertipikat tanah. Menurut Lugu, Siyuk Maryoto Birowo (istri Bupati Tulungagung, red) telah berpesan pada pihak Bank apabila ada anggota pelaku bidang perikanan yang meminjam uang untuk tambahan modal, bunganya dibuat serendah mungkin.
“Hasil rapat dengan pelaku ekonomi di Prajamukti, Intinya Dinas Perikanan berkaloborasi dengan sejumlah Bank, supaya pelaku bidang perikanan lebih mudah mendapatkan pinjaman untuk menambah modal,” jelas Lugu.
Masih kata Lugu, Dinas Perikanan Tulungagung juga memastikan bahwa produk UMKM, bahwa hasil pelaku usaha warga, yakni berupa olahan berbahan dasar ikan mampu menembus pasar internasional. Sebab, menurutnya, dari berbagai produk unggulan olahan ikan patin dan ikan lele dari Dinas Perikanan sangat berpengaruh dari segi kesehatan.
‘Strategi pemasaran produk olahan ikan yang dilakukan selama ini melalui promosi berbasis online. Selain itu, pemasaran ini juga ada di swalayan (super market, red), dan tujuannya agar lebih dikenal masyarakat,” bebernya.
Sementara itu, Sekertaris Dinas Perikanan Tulungagung Heri Purnomo membenarkan, program restocking ini diadakan untuk menjaga pupolasi ikan bader dan tawes yang saat ini terbilang langka.
“Jadi program restocking bertujuan menjaga populasi ikan bader dan tawes.yang sekarang semakin langka,” jelas Heri.(rul)
