CB,TULUNGAGUNG – Cafe Hexa Tulungagung, Minggu (3/11), telah menggelar live musik berjalan. Dan, saat live musik berjalan para pengunjung berjoget ria dengan tertib. Namun keasikan jogetan pengunjung di cafe yang berlokasi di barat Jembatan Lembu Peteng itu berubah menjadi gaduh.
Kegaduhan itu bermula beberapa pengunjung terlihat bentrok dengan pengunjung lain. Tak pelak, suasana makin tak terkendali alias mereka para pengunjung pun saling adu jotos. Tak pelak, perkelahian antar pengunjung di Cafe Hexa yang telah merencanakan itu disorat pemuka agama.
Sementara itu, Deff (bukan nama sebenarnya, red), salah satu pengunjung cafe yang saat itu ada di tempat kejadian mengatakan, kisaran pukul 12.30 suasana masih dalam keadaan kondusif. Bahkan, acara live musik saat itu berjalan aman, dan banyak orang yang sedang sedang berjoget di depan panggung. Namun, seiring jalannya waktu tiba-tiba terdengar suara gaduh di tengah Hall Cafe Hexa.
“Kejadiannya begitu cepat, entah apa pemicu keributan itu saya tidak tahu. Sebab tiba-tiba terdengar bunyi botol miras pecah dan sudah terjadi saling baku hantam sesama pengunjung yang mengakibatkan salah satu pengunjung terlihat luka di bagian kepala, yang akhirnya dilarikan ke rumah sakit,” kata Deff kepada Cahaya Baru.
Menurut Deff, keeibuta antar pengunjung itu tak hanya di dalam hall saja, namun di tempat area parkir masih terlihat tegang. Dan, dari beberapa orang terdengar teriak-teriak dengan suara cukup keras saling adu mulut.
Tak pelak, para pengunjung live musik di Cafe Hexa itu terlihat merekam kejadian keributan di area parkir, namun tak diperbolehkan seorang yang mengaku anggota polisi yang bertugas di Polres Tulungagung.
“Suasana di area parkir masih tegang mas, dan terlihat banyak pengunjung yang saling adu mulut. Bahkan beberapa pengujung ada yang merekam/memvidio kejadian di area lahan parkir, namun tiba-tiba dilarang oleh seseorang yang mengaku oknum anggota Polres Tulungagung,” jelasnya.(rul)
