CB, TULUNGAGUNG – Pembudidaya ikan Patin di wilayah Kabupaten Tulungagung menjerit dan terancam bakal gulung tikar. Pasalnya, enam bulan terakhir harga jual ikan Patin dibawah ambang normal. Dan, selain itu, regulasi pakan pun semakim melambung tinggi.
Tak pelak, dampak dari harga jual di bawah ambang rendah serta harga pakan yang terus melambung tinggi itu, yakni beberapa pembudidaya kini kelimpungan.
Pembudidaya ikan Patin bernama H.Imam ini misalnya, mengeluhkan apa yang saat ini dialaminya. Pembudidaya ikan Patin yang ada di Desa Sambijajar Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung ini menyampaikan, bahwa harga ikan Patin saat ini hanya laku kisaran Rp.16.000 per kilonya. Padahal, semestinya, harga ikan Patin normal kisaran Rp.17.500. Menurutnya, dengan harga Rp. 17.500, para pembudidaya baru bisa mendapatkan untung.
“Harga ikan Patin saat ini hanya laku Rp.16.000. per kilonya. Sehingga jika harga masih belum ada perubahan, dipastikan pembudidaya ikan Patin terancam gulung tikar,” kata H.Imam saat dikonfirmasi Cahaya Baru di kolam budidaya ikan Patin, Kamis (17/11).
Apa lagi, tambah H. Imam, regulasi pakan saat ini semakin mahal mas. Tentu pula hal ini yang membuat pembudidaya ikan patin semakin terpuruk. Iapun berharap, para pembudidaya ikan Patin ini ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung, khususnya dari dinas terkait.
Tentu pula, perhatian serius yang diharap ratusan pembudidaya ikan Patin asal Tulungagung ini sendiri pun diharap bisa memberi solusi, yakni bisa kembali mendongkrak harga ikan Patin.
“Regulasi harga pakan ikan Patin saat ini semakin mahal mas. Tentu hal ini membuat pembudidaya ikan patin semakin terpuruk dan harapan kami Pemerintah Kabupaten Tulungagung segera mencari solusi untuk kembali mendongkrak harga ikan patin di atas ambang normal,” harap H Imam yang diamini oleh pembudidaya ikan Patin lainnya.(rul)
