Patung Pahlawan Sersan Soeharto Tak Terawat, Ketua LPKP2HI: Seharusnya Sejarah Pahlawan Itu Harus diuri-uri 

CB TULUNGAGUNG- Jangan sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau yang dikenal dengan Jasmerah. Sebab, Jasmerah ini adalah semboyan yang diucapkan oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno dalam pidatonya terakhir, yakni pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia pada 17 Agustus 1966.

Tentu, apa yang diucapkan Presiden Ir Soekarno ini mengingatkan kepada anak bangsa agar tidak mudah meninggalkan sejarah begitu saja. Tentu pula makna yang terkandung dalam Jasmerah,  supaya paham serta bisa memahami tentang sejarah yang sesungguhnya.

Namun, kini, kadang masih ada orang yang begitu mudah meninggalkan sejarah nenek moyang, dimana mereka yang sudah berjuang dan yang telah mewujudkan sebuah negara.

Dengan dibangunnya beberapa monumen patung yang ada di negeri ini misalnya, itu adalah sebuah pengingat betapa pentingnya sebuah sejarah. Sehingga, dengan sudah merawat dengan baik patung-patung adalah bagian dari memahami tentang sejarah.

Namun, ironisnya, patung-patung pahlawan yang sudah dibangun dengan tujuan agar tidak meninggalkan bagian sejarah sering kali dilupakan begitu saja.

 

Di Kabupaten Tulungagung ini misalnya, memiliki beberapa patung pahlawan yang terletak di beberapa tempat dan dalam perawatannya sering terabaikan. Diantaranya adalah patung pahlawan Sersan Soeharto yang berdiri tegak di lingkup kantor Dishub atau tepatnya di depan Terminal Gayatri Tulungagung.

Padahal, patung tersebut saat itu diresmikan oleh Pangdam VIII Brawijaya Mayjend Witarmin dan Bupati Tulungagung Martawi Soeroso tanggal 20 April 1976, dengan harapan patung tokoh pahlawan itu bisa sersan menjadi simbol perjuangan rakyat Tulungagung.

“Seharusnya sejarah palahwan itu harus diuri-uri agar generasi penerus mengenal sejarah maupun kepalahwanan yang sesungguhnya,” kata Sugeng Sutrisno.

Pahlawan, lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua LSM LPKP2HI ini, adalah tonggak dan sudah semestinya ia sebagai putra daerah wajib mengingatkan pemerintah agar memiliki perhatian lebih terhadap peninggalan-peninggalan bersejarah.

“Palahwan adalah tunggak perjuangan, maka pemerintah saya ingatkan, apakah salah sebagai putra daerah angkat bicara,” jelasnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *