CAHAYA BARU, TOITOLI – Dengan perjuangan dan semangat yang tinggi, kurang lebih dari tiga tahun, dinas pariwisata kabupaten Tolitoli mengikuti seleksi event nasional yang di selenggarakan oleh kementerian Pariwisata,
Dengan rasa syukur, kabupaten tolitoli, mendapat kesempatan, menjadi salah satu perwakilan Sulawesi Tengah, untuk menyelengarakan Karisma Event Nusantara, (KEN)
Dengan dorongan serta kerja sama pemerintah daerah, pelaksanaan event festival budaya yang akan di tingkatkan menjadi festival budaya nasional telah di selenggarakan, Senini, 5 Desember 2022
Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya membuka langsung secara resmi pelaksanaan kegiatan festival budaya Tolitoli, di pantai gaukan kelurahan Nalu, kecamatan Baolan, kabupaten Tolitoli, provensi Sulawesi Tengah.
Pembukaan di hadiri oleh wakil Bupati Moh Besar Bantilan, Sekda Moh Asrul Bantilan S.Sos. juga Raja Tolitoli ke 17 DR. Moh Saleh Bantilan SH. MH. frokopinda. Beserta tamu perwakilan Deputi kementerian Pariwisata yang akan menyaksikan langsung pelaksanaan festival budaya tolitoli dalam penyelenggaraan Karisma Event Nusantara, (KEN)
Dalam kata sambutannya bupati Tolitoli, Amran Hi Yahya, menyampaikan, Bahwa kegiatan festival budaya dan seni kreatif, merupakan kebanggaan untuk masyarakat tolitoli, karena keragaman budaya tolitoli, melalui Karisma Event Nusantara, (KEN) akan di angkat menjadi festival budaya tingkat nasional, sehingga budaya tolitoli akan di kenal di mancanegara, dengan ini saya berharap agar adat dan budaya Tolitoli harus tetap dijaga dan dilestarikan,” ungkap bupati Tolitoli Amran Hi Yahya.
Dalam penyelenggaraan KEN telah menampilkan keragaman budaya yang ada di tolitoli, salah satu budaya Tolitoli yang menjadi daya tarik utama dalam penyelenggaraan KEN ya itu budaya, matanggauk , atau penobatan raja tolitoli ke17, yang di laksanakan pada 6 Desember 2022, sehari sesudah pembukaan festival budaya.
Dalam proses pelaksanaan budaya, matanggauk raja tolitoli ke 17, di usung memakai dari rumah adat sampai ke Pantai gaukan bantilan sembari di kawal oleh pasukan sumpit, serta di iringi musik rabana, setibanya di pantai gaukan, raja tolitoli ke 17 drs,h mohammad saleh bantilan sh, mh naik di atas batu yang berukuran besar, dalam bahasa daerah tolitoli, di sebut batu lantung, budaya tersebut merupakan proses penobatan raja tolitoli ke 17.
Dalam sambutannya Dr H Mohammad Saleh Bantilan SH, MH menyampaikan, matanggauk di ulang kembali, kerena ini merupakan event nasional untuk mengembangkan pariwisata.
Kabupaten tolitoli memang mempunyai potensi di bidang pariwisata yang didukung oleh panorama alam yang indah, serta ragam budaya yang memikat, serta produk unggulan yang khas. Potensi pariwisata yang luar biasa ini mendorong pemerintah kabupaten tolitoli untuk lebih meningkatkan keseriusan dalam pengembangan disektor pariwisata terus di upayakan dengan melestarikan nilai-nilai budaya, serta melestarikan obyek wisata alam serta seni dan budaya yang ada di kabupaten Tolitoli, karena budaya dan seni merupakan identitas jati diri bangsa Indonesia, sebagai khas budaya nasional.
Sementara itu kepala dinas pariwisata Yustiyanto Bantilan, mengatakan festival budaya tolitoli ini merupakan festival budaya tahunan yang sempat terhenti akibat covid19, maka dari itu pelaksanaan festival budaya tolitoli, tentu akan di angkat dalam event budaya sampai ke tingkat nasional, dengan begitu setidaknya budaya tolitoli akan lebih di kenal luas, sampai diluar Sulawesi, akan dari itu kita berharap kemenpar dan ekonomi kreatif di pusat, agar bisa memberikan perhatian lebih untuk budaya tolitoli yang masih natural,” ungkap Kadis Pariwisata.
Maka tema festival budaya kali ini dengan moto Mosumbolipuku, (BANGKIT BANGKIT KOTAKU). (kasryan)
