Lasuri : Serapan Anggaran Belum Maksimal 

Cahayabaru.id, Bojonegoro – Serapan anggaran masih sangat rendah. Hingga Jum’at (16/12/2022) serapan anggaran baru menyentuh 59,51 persen. Padahal, target serapan anggaran tahun ini sebesar 80 persen, dengan besaran APBD Rp 7 triliun.

Bayang-bayang sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) membengkak kian terbuka. ‘’Kalau melihat progres saat ini agak berat,’’ ujar anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro Lasuri.

Menurut Lasuri, serapan anggaran sebesar 59,51 persen itu belum terhitung anggaran pembiayaan. Yakni, anggaran dana abadi pendidikan yang tetap dipasang meskipun tidak terserap. Besarannya mencapai Rp 530 miliar. Serapan itu baru yang dipasang untuk kegiatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

‘’Jika ditambah itu besaran yang belum terserap lebih besar,’’ ujar politikus Partai Amanat Nasional tersebut.

Menurut Lasuri, target serapan sebesar 80 persen serapan anggaran tahun ini cukup berat. Itu karena saat ini progres serapan belum di atas 70 persen. Padahal, sisa waktu penyerapan hanya tinggal dua minggu. ‘’Saya rasa cukup berat,’’ ungkapnya.

Serapan anggaran paling besar adalah proyek konstruksi. Saat ini, sejumlah proyek konstruksi masih ada yang belum selesai. Mulai pembangunan gedung DPRD, trotoar, jalan nasional, dan perbaikan sekolah.

Selesainya proyek-proyek itu diperkirakan belum bisa mendongkrak serapan anggaran. Sebab, sebagian besar proyek sudah banyak yang selesai. Itu yang membuat target serapan tahun ini bakal tidak tinggi. ‘’Silpa tahun ini kemungkinan juga sama dengan tahun lalu,’’ jelasnya.

Tahun lalu silpa menjadi Rp 2 triliun lebih. Namun, separonya berasal dari pelampauan target pendapatan.

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menambahkan, serapan anggaran harus dikebut. Itu karena saat ini sudah memasuki akhir tahun. ‘’Saya kira berat kalau harus 80 persen. Mengingat waktunya tidak lagi panjang,’’ ungkapnya. (aj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *