Warga Berharap Aparat Penegak Hukum Periksa Semua Proyek Desa Nampu

Grobogan,Cahaya Baru.Pembangunan Talut dusun Ploso RT 01 Desa Nampu kecamatan Karangrayung kabupaten Grobogan mendapatkan sorotan tajam di kalangan warga Nampu dan wartawan serta LSM di kabupaten Grobogan .Pasalnya,anggaran yang digunakan untuk pembangunan talut tersebut mencapai nilai yang sangat fantastis yaitu mencapai Rp.200 Juta.Nilai tersebut tidak sebanding dengan nilai yang dikerjakan dalam proyek tsb.Di duga terjadi per mark up anggaran.Serta  anggaran tersebut di duga  banyak dikorupsi oleh kalangan tertentu.Hal jelas  terlihat, belum ada beberapa bulan proyek tsb sudah rusak parah dan pecah.

Di duga TPK Desa Nampu banyak melakukan kecurangan yang di amini oleh pemerintah kecamatan Karangrayung.Di duga terjadi mufakat jahat tentang pelaksanaan kegiatan pembangunan talut tersebut Dan  Negara dirugikan beberapa ratusan juta tentang pembangunan tsb.Seharusnya TPK Desa Nampu dapat memaksimalkan anggaran tsb.Ternyata justru malah sekedar di hambur-hamburkan uang tsb.

 

Di duga TPK Desa Nampu banyak melakukan kecurangan –kecurangan dalam pengerjaan proyek tsb diantaranya Di duga  Tidak ada papan nama informasi di lokasi proyek dari mana Proyek itu berasal,Sumber dana dan Volume proyek, Di duga Para pekerja tidak ada yang menggunakan K3 seperti  Sarung tangan,hem kerja,rompi kerja,di duga pasir yang digunakan mengandung tanah lebih dari 5 persen,di duga adukan campuran menggunakan manual yakni Cangkul,batu pasang yang digunakan di duga menggunakan batu berkualitas jelek yaitu kotor ,bercampur tanah,Di duga tidak ada pasir urug,

 

Di duga ketinggian tidak sesuai yang dipersyaratkan,Di duga plasteran yang digunakan sangat tipis serta di duga tidak ada tanah urug di sekitar lokasi proyek dan peralon yang dipakai di duga berkualitas jelek Di duga Hasil cor yang digunakan tidak terbentuk dengan sempurna terlihat sudah retak-retak dan pecah.

 

Saat hal ini dikonfirmasikan kepada kades Nampu oleh media Cahaya Baru. Pihaknya enggan memberikan komentar tentang pelaksanaan kegiatan pembangunan talut  tsb.Kades Nampu ,Ngatmin justru menghindar.Alasanya,ada rapat  di kantor kecamatan Karangrayung yang tak dapat ditinggalkan sedangkan TPK Desa Nampu saat dimintai keterangan juga tidak berada di tempat .Terlihat kondisi kantor desa Nampu tampak sepi dan sudah tidak ada perangkat lagi yang bekerja.Padahal hari masih pagi yakni dikisaran jam 09.00 wib.Waktu jam kerja kantor.

“ Mohon maaf,saya tidak bisa lama-lama .Soalnya,lagi ada rapat di kantor kecamatan pak Camat kemarin memberitahu bahwa hari ini ada rapat dengan jajaran kepala desa se- kecamatan Karangrayung.Saya tidak bisa lama-lama di kantor desa” kata dia.

 

Berdasarkan keterangan warga sekitar  yang tidak mau dikorankan mengatakan bahwa pembangunan talut yang berlokasi di dusun Ploso RT 01 sudah jadi beberapa bulan yang lalu.Namun,terlihat rusak parah. Proyek tsb yang menangani tidak lain adalah  kades Nampu Sendiri yakni Ngatmin.

“Warga Nampu sudah tahu semuanya.Perangkat desa Nampu juga sudah pada tahu semua.Mereka memilih diam karena tidak tahu pada siapa mereka harus melapor.Banyak proyek disini tapi kualitasnya jelek. Tidak ada sebulan atau tiga bulan sudah rusak semua.Seperti aspal dekat desa Jetis ,belum ada berapa bulan sudah mengelupas.Sebab yang nangani proyek tsb pak Lurah sendiri”ungkapnya

Selanjutnya,masalah ini saat dikonfirmasi melalui Surat Konfirmasi Media Cahaya Baru  kepada Camat Karangrayung,Munawar.S.Ip tidak ada tanggapan sama sekali.Namun,saat wartawan Media Cahaya Baru mengunjungi di kantor kecamatan Karangrayung ,pihak staf kantor kecamatan mengatakan bahwa pak Camat tidak berada ditempat sedangkan mobil dinas Camat tampak terlihat di halaman parkir.

“Pak Camat tadi ada tamu mas.Tapi,setelah saya cek di ruang kerjanya beliau sudah tidak ada di tempat katanya ada acara di luar” kata dia.

Sampai berita ini diterjunkan belum ada keterangan apapun  baik  pihak kecamatan Karangrayung maupun kepala desa Nampu .Sedangkan warga Nampu berharap para Aparat Penegak Hukum  tidak hanya tinggal diam.Semua proyek yang ada di desa Nampu sebaiknya diperiksa tidak hanya Administrasinya saja tetapi juga di lapangan.Sehingga terdapat temuan –temuan dalam pengerjaan proyek tsb yang dapat merugikan keuangan Negara.Bersambung.(Yudit.P)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *