CB, TULUNGAGUNG- Santernya berita penampakan harimau di lahan perhutani Petak 21 Desa Joho, Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, membuat warga masyarakat setempat dihantui rasa was-was dan takut. Tak pelak, adanya harimau yang sering kali muncul membuat warga semakin gelisah dan tak lagi berani kehutan mencari rumput.
Seperti diketahui sebelumnya, pasangangan suami istri, yakni Dasuri (56) dan Suyatun (53) warga dusun Bocor Desa Pakisaji ini telah dikejutkan dengan munculnya harimau dilahan perhutani itu. Dan, ternyata, penampakan harimau sudah lama menampakkan diri yang juga sering diketahui para petani penggarap lahan hutan (Pesanggem, red) Desa Joho.
Atim (74), pesanggem warga Desa Joho ini misalnya, tiga tahun yang lalu ia juga pernah dikejutkan dengan kemunculan harimau saat akan memanen ubi di lahan garapannya, yakni di Petak 21.
“Benar mas, dulu pas saya mau memanen ubi di lahan garapan saya, tiba-tiba saya terkejut ketika melihat ada harimau didekat gubuk saya. Jarak antara saya dan harimau kisaran 25 meter saja. Namun setelah mengetahui keberadaan saya harimau itu langsung pergi,” jelas Atim.
Setelah itu, lanjut Atim menceritakan menceritakan kejadian yang dialaminya itu pada tetangganya.” Mereka tidak percaya, dan semoga dengan pemberitaan munculnya harimau di petak 21 ini, semoga warga tak ke hutan dulu,” ujar Atim.
Tak hanya Atim saja, sejumlah warga setempat ternyata juga sering melihat harimau yang kini lagi viral. Bahkan, menurut warga, harimau dan indukannya itu juga sering di semak-semak dekat Klenteng Sumber Mata Air Sendung.
“Kurang lebih dua tahun lalu saya pernah melihat anak harimau di dekat klenteng sumber mata air sendung. Awalnya saya merasa heran melihat semak belukar yang tidak jauh dari tempat saya berdiri kok bergoyang dan kemudian saya mendekati semak tersebut sembari mengendap-endap, ternyata anak hariamu sedang berjalan,” imbuh Nanang kepada Cahaya Baru.
Sachur Rohman Asper Polisi Hutan (Polhut) Kalidawir ketika di komfirmasi via WhatsApp mengatakan, berita terkait adanya harimau dikawasan hutan sudah sampai ke Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BB-KSDA) Kediri, dan pihaknya akan mengadakan pertemuan secepatnya.
“Untuk saat ini kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BB-KSDA) Kediri, yang jelas kami akan bekerjasama dengan BB – KSDA untuk mengankan harimau tersebut,” pungkas Sachur Rohman kepada Cahaya Baru.
Jika satwa harimau ini benar adanya, lanjutnya, keselamatan warga bisa jadi terancam oleh hewan pemakan daging atau karnivora ini.
Dan, menurutnya, kemungkinan harimau yang dilihat warga ini berada di petak 21, yakni wilayah kawasan yang menjadi tanggung jawabnya. “Kemungkinan di selatan hutan lindung,” katanya.
Kendati belum bisa dipastikan, imbuhnya, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya menghimbau warga agar tidak masuk ke kawasan hutan.
“Masyarakat turut waspada, karena harimau ini jenis binatang buas. Kawasan hutan yang menjadi habitatnya kalau terganggu bisa mengakibatkan harimau itu menyerang,” ujarnya.(rul)
