Setelah Juara Nasional Kepsek Prestasi 2017, Saat Ini Mendapat Anugerah HWPA 2022, Dari Kementrian Luar Negeri RI

CB,- Tanah Bumbu – Sebagai Purna tugas sebagai ASN ,bagi Ribut Giyono bukan berarti berhenti utk melayani dan berprestasi.
Itulah capaian yg di raih oleh pendiri smkn2 simpang empat tanah bumbu, yg sekaligus perintis politik batulicin .
Tidak henti henti nya,sosok yg satu ini utk terus berkarya dan menorehkan deretan capaian capaian terbaiknya.
Dulu,ketika masih mengajar di SMPN5 BATULICIN, ribut Giyono tercatat sebagai guru berdedikasi, selama memimpin smkn2 simpang empat ,telah 3 kali sebagi juara kepsek prestasi tingkat kabupaten, 2 kali sebagai kepsek prestasi tingkat provinsi, dan puncaknya berhasil menorehkan Kalimantan Selatan sebagi juara III tingkat nasional kepsek smk 2017.

Tentu saja, prestasi yang d dapat nya bukan hanya utk diri sendiri, akan tetapi juga untuk kabupaten serta provinsi kalsel.
Ketua provinsi psht ini,juga sosok yg tak mengenal lelah untuk terus belajar dan mengabdi.

Pada 2014 ,Giyono mencetuskan program INDONESIA MEMANGGIL yg mampu memfasilitasi anak anak TKI sabah malaysia, pulang dan belajar di smkn2 simpang empat.
Bahkan ,saat ini
Program Indonesia memanggil, sudah menyebar di 10 smk kalsel dan sebagian di seluruh Indonesia.
Kegigihan dan keuletan membantu WNI di sabah malaysia itulah,sehingga kementrian luar negeri merasa perlu MEMBERIKAN ANUGERAH TERBAIK HWPA 2022 pada kategori masyarakat madani.
Hasan wirayudha award, adalah penghargaan tertinggi dari kementrian luar negeri bagi insan dan lembaga yg peduli terhadap WNI di luar negeri.
Anugera HWPA 2022 yang d dapat Ribut Giyono ini ,menjadi sejarah penting bagi daerah kalsel.
Ini bukti bahwa putra tanbu dan Kalimantan Selatan ,mampu berkarya besar utk mbangun nasionalisme~ kebangsaan.

Di tanya oleh CB apa target berikut nya setelah capaian ini, Ribut Giyono menjawab, “Program Indonesia memanggil akan terus berjalan ,di seluruh Indonesia melalui direktorat PKLK dg nama REPATRIASI”.

“Karena saat ini saya eksis di politeknik batulicin bersama yayasan wahana intelektual Indonesia,maka program Indonesia memanggil akan di lanjutkan bukan hanya di tingkat SLTA ,akan tetapi juga di jenjang DIPLOMA III POLITEKNIK BATULICIN” lanjutnya .

secara terpisah ,kepala BP3MI kalsel menyatakan,
“WNI Indonesia terurama anak² PMI/TKI banyak yang kurang mendapat perhatian, terutama dalam bidang pendidikan di negara tetangga ,di sabah , serawak dan sekitarnya
Ini diakibatkan karena orang tua mereka bekerja di perkebunan di Malaysia secara nonprosedural/ilegal, dan tidak memiliki dokumen yang seharusnya.
Mereka tidak mengindahkan perjanjian kerja , sehingga berakibat pada anak² mereka.

BP3MI mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Pak Ribut Giyono dengan membuat program “Indonesia memanggil”, sehingga anak anak PMI dapat terus memperoleh pendidikan lebih maju.
Sebagai tanda apresiasi kami atas upaya Pak Ribut Giyono tersebut ,maka kami ,BP3MI Kalimantan Selatan mengusulkan kepada Tim Hasan Wirayudha Perlindungan Award (HWPA) Kementrian luar negeri ,untuk dapat memprroleh penghargaan tersebut,dan Alhamdulillah setelah dilakukan penilaian oleh Tim , Alhamdulillah Pak Ribut Giyono terpilih sebagai salah satu penerima HWPA 2022.
Pada kesempatan ini,dan semoga semua memperoleh berkah atas upaya upaya yang dilakukan.

Saya sebagai Kepala BP3MI Kalimantan selatan berharap kepada media untuk selalu mensosialisasikan penempatan PMI secara prosedural” papar beliau.

Ketua yayasan wahana intelektual, yg sekaligus wakil ketua DPRD kalsel yg sering d sapa BANG DIN,mengatakan,
“Bapak Ribut Giyono adalah putra terbaik tanah bumbu sekaligus putra terbaik kalsel di dunia pendidikan.
Pengabdian beliau tidak di ragukan lagi d dalam layanan pendidikan.
Saya bangga dan bersyukur atas capaian yang di dapat pak Ribut ini.

Semoga,sosok ribut Giyono ini,mampu memotivasi generasi muda kalsel Utk mengikuti jejak jejak terbaik nya” ungkap Bang Din. (Jhon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *