Pasca 7 Warga Terjangkit Virus Leptospirosis, Dinkes Tulungagung Ambil Sampling Kondisi Tikus di Kecamatan Sendang 

CB TULUNGAGUNG-Awal tahun 2023, tujuh (7) kasus Leptospirosis telah ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung. Dan, upaya mengetahui peta penyebaran kasus tersebut, Dinkes Tulungagung telah melakukan sampling kondisi tikus di wilayah Kecamatan Sendang.

Tujuh kasus yang ditemukan oleh Dinkes Tulungagung ini sendiri tersebar di lima (5) kecamatan, yakni Kecamatan Rejotangan, Kecamatan Bandung, Kecamatan Ngunut, Kecamatan Rejotangan, Kecamatan Sendang dan Karangrejo. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka P.

“Tujuh kasus Leptospirosis ini tersebar di lima kecamatan dan kami sudah mengambil sampling di salah satu kecamatan,” kata Didik Eka P, seraya mengatakan sampling itu diambil dari wilayah Kecamatan Sendang.

Sedangkan 7 pasien yang sempat menjalani perawatan akibat virus leptospirosis ini, lanjut Didik, dipastikan semuanya sudah sembuh dan dalam keadaan sehat kembali. Namun demikian, pihaknya enggan meremehkan penyakit yang disebabkan bakteri leptospira ini. Dan, menurutnya, pada akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023 ada 3 orang meninggal yang disebabkan virus leptospirosis.

“Kami pastikan, tujuh pasien akibat virus leptospirosis ini semua sudah sehat setelah mendapatkan penanganan yang baik,” jelas Didik.

Sesuai prosedur yang ada, imbuhnya, yakni setelah adanya temuan kasus Leptospirosis itu, pihaknya langsung melakukan pengobatan pada pasien. Dan, usai melakukan pengobatan, pihaknya pun melakukan sampling tikus, karena penyakit ini ditularkan oleh tikus. Dan, untuk pengambilan sampling ini, pihaknya melakukan penangkapan sejumlah tikus yang ada di lokasi temuan penyakit. Usai mendapat tikus-tikus itu, kemudian beberapa bagian tubuhnya diambil untuk di uji lab, yakni guna mengetahui kandungan bakteri leptospira di dalam tubuh tikus tersebut.

Sehingga, bila ditemukan tikus yang dalam tubuhnya terdapat bakteri leptospira, Dinkes Tulungagung bakal mengajak masyarakat sekitar untuk melakukan pemusnahan masal tikus di lokasi tersebut. “Kita ambil ginjal tikus dan beberapa bagian lainnya untuk kita ujilabkan,” jelasnya.

Masih kata Didik, dengan adanya temuan ini pihaknya telah meminta masyarakat lebih berhati-hati dan mengutamakan kebersihan lingkungan sekitar dari keberadaan tikus. Sebab, menurutnya, bakteri leptospira bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi bakteri maupun melalui luka terbuka yang ada di tubuh manusia.

“Kami menghimbau dengan penemuan ini masyarakat harus lebih hati-hati dan mengutamakan kebersihan lingkungan sekitar dari keberadaan tikus,” harapnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *