CB, TULUNGAGUNG-Upaya polisi menguak kematian seorang pengamen yang terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Jepun Kecamatan/Kabupaten Tulungagung berbuah hasil. Dari hasil penelusuran mayat yang sempat menggemparkan warga sekitar kejadian adanya dugaan penganiayaan oleh sesama pengamen akhirnya tertangkap.
Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto
melalui Wakapolres Kompol Dodik Tri Hendro Siswoyo dalam press release mengatakan, pelaku penyebab kematian HDK (48) warga Kelurahan Kepatihan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung telah tertangkap oleh Tim Macan Agung Polres Tulungagung di wilayah Jawa Tengah. Dan, yang diduga pelaku pembunuh adalah MIM alias Ambon (23), pria yang juga seorang pengamen asal dusun Mbureng Desa/Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.
Menurut Keterangan Wakapolres Tulungagung, dari hasil pengakuan Ambon, yakni kisaran dua bulan lalu dia telah berada di Tulungagung. Dan, pelaku pembunuh teman seprofesi ini juga mengaku kalau sebelumnya juga pernah ngekos di Tulungagung.
“Karena saat dilakukan pemeriksaan pada mayat korban ada tanda-tanda yang tidak wajar, maka kami lakukan penyelidikan,” kata Wakapolres Tulungagung Kompol Dodik Tri Hendro Siswoyo SH, S.I.K, M.I.K di hadapan para awak media.
Wakapolres juga menyampaikan, pelaku pembunuhan ini ditangkap saat sedang menunggu angkutan di jalan raya Solo-Sragen, tepatnya di wilayah Kelurahan Brujul, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Ia juga menyampaikan, kronologis pembunuhan itu, yakni tepatnya Sabtu malam antara pelaku dan korban bersama seorang saksi sedang minum-minuman keras.
Karena saat itu kondisi sedang mabuk minuman yang dipegang korban tumpah dan mengenai baju tersangka. Dan, saat itu pula mereka saling baku hantam, korban sempat dipukul dan terjatuh. Dari hasil pemeriksaan medis, yakni gumpalan darah di kepala belakang korban adalah penyebab meninggalnya korban. Karena ulahnya itu, pelaku terancam pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
“Jadi sejak peristiwa pemukulan itu tersangka lalu meninggalkan korban dan pelaku ini juga baru tahu (dari medsos, red) kalau temannya itu tewas setelah ia berada di Ponorogo,” bebernya.
Saat dikonfirmasi para awak media, pelaku mengaku usai memukul korban itu langsung pulang ke kampungnya. Namun, menurut pelaku, ia tidak menyangka temannya itu akhirnya meninggal.
“Saat saya pukul memang belum meninggal dan saya tidak tahunya kalau meninggal itu juga dari medsos,” jelas Ambon dengan nada lirih.(Hsu)
