CB TULUNGAGUNG-Mohammad Delvino Nanda (2), anak dari pasangan Budhi Antoro (36) dan Dini Ayu Puspitaningrum (30) warga dusun Krajan Desa Kiping, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, memiliki nasib yang kurang beruntung. Pasalnya, di usia yang tergolong dini ia sudah mengalami penyakit ginjal bocor.
Dan, upaya proses penyembuhan pasca keluar dari rumah sakit beberapa bulan lalu, anak penderita ginjal bocor ini harus rajin melakukan kemoterapi. Namun, mengingat orang tuanya yang kurang mampu, meraka pun harus mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimilikinya itu.
Kali pertama kemoterapi pada 1 Februari 2023 lalu, anak ini dibawa oleh orang tuanya di rumah sakit Malang untuk melakukan kemoterapi dengan memanfaatkan KIS atas nama Mohammad Delvino Nanda. Alhasil, usai jelani kemoterapi anak tersebut pun mulai ada perubahan.
Namun demikian, anak penyandang penyakit ginjal bocor ini tentu harus melakukan kemoterapi sebanyak 6 kali dalam kurun waktu enam bulan atau satu bulan sekali. Ironisnya, kemoterapi kali kedua pada 1 Maret 2023, kedua orang tua Delvino ini kaget bukan kepalang saat KIS atas nama anaknya itu sudah tak lagi aktif alias hangus. Tak pelak, kedatangannya di Kota Malang itu membuat rasa kecawa bagi kedua orang tua Delvino.
Dini Ayu Puspitaningrum menyampaikan, sebelum berangkat di Malang, sebenarnya ia sudah melakukan konfirmasi pada operator yang ada di desa. Konfirmasi itu, yakni berawal saat dirinya iseng ngecek bansos di online (27 Februari 2023, red), dan warga lainnya sudah berubah pada Februari akan tetapi dirinya masih belum. Saat itu pula, iapun langsung konfirmasi pada operator desa, dan saat di check ternyata sudah tidak aktif semua.
“Saat saya tanya di Dinas Sosial, ternyata data itu memang tidak ada,” kata Dini kepada Cahaya Baru, Senin (06/03).
Mengetahui hal tersebut, lanjutnya, dirinya terpikirkan Kartu Indonesia Sehat atas nama anaknya itu. Dan, akhirnya ia pun kembali melakukan konfirmasi di bagian operator, yakni Kaur Kesra desa setempat.
“Saat itu saya menelpon pak Modin (Kaur Kesra, red) dan habis adzan Maghrib (27 Februari, red) memberi kabar kalau KIS itu masih aktif. Saat itu pak Modin juga meminta kepada saya kalau saya tidak percaya disuruh mengecek di Puskesmas,” jelasnya.
Dan, imbuhnya, pada 28 Februari iapun langsung datang ke Puskesmas Gondang dan konfirmasi soal aktif dan tidaknya KIS atas nama anaknya itu, ternyata pihak Puskesmas juga mengatakan kalau KIS atas nama anaknya masih aktif.
“Saat itu pihak (28 Februari 2023, red) Puskesmas juga menyarankan saya melakukan cross check di kantor BPJS, saya langsung menuju BPJS dan jawabannya juga masih aktif, dan akhirnya tanggal 1 Maret 2023 saya berangkat ke Malang” jelas Dini.
Masih kata Dini, saat ia berangkat ke Malang dengan tujuan berobat (kemoterapi, red) untuk anaknya itu, iapun kaget saat pihak rumah sakit memberitahukan jika KIS milik anaknya sudah tidak aktif lagi. Namun dirinya meminta tolong kembali pada petugas rumah sakit agar melakukan check ulang, ternyata KIS itu benar-benar tidak aktif alias tak bisa dipergunakan.
“Saya pun kaget dan langsung lemas. Saat saya tanya biaya untuk umum, biayanya sangat besar dan akhirnya kami bawa pulang kembali,” kata Dini yang raut wajahnya terlihat sangat kecewa.(Hsu)
