Pastikan Takjil Aman, Dinkes Tulungagung Lakukan Giat Uji Sampel Mamin

CB, TULUNGAGUNG-Upaya memberi rasa aman dan nyaman masyarakat saat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1444 H, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung telah membuka posko Pusat Informasi Obat dan Makanan serta Layanan Pengujian Makanan di teras abdi coffe Barata Convention Hall Tulungagung. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka pemeriksaan sampel makanan dan minuman (mamin) takjil yang ‘mengandung’ bahan pangan berbahaya.

Di tempat tersebut, Dinkes Tulungagung langsung dilakukan pengujian sampel, baik itu makanan takjil maupun makanan ringan yang menggunakan rapid teskit terhadap bahan berbahaya. Hal tersebut yang disampaikan Masduki, Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Tulungagung.

Dan, saat lakukan pengujian sempel, 2 macam takjil dan makanan ringan diduga mengandung bahan berbahaya. “Dari puluhan takjil dan makanan ringan terkumpul untuk dilakukan uji sampel, terdapat 2 macam takjil dan 2 makanan ringan mengandung bahan berbahaya sejenis rodhamin b atau pewarna tekstil,” kata Masduki.

Selama proses pembelian sampel takjil, lanjut Masduki, juga dilakukan KIE terhadap pedagang dan pembeli tentang makanan yang ‘mengandung’ bahan berbahaya bagi kesehatan.

Masduki juga mengatakan, setelah masyarakat melihat langsung dari hasil uji sampel itu, warga masyarakat pun diharap cerdas dalam memilih makanan sehat.

“Kami berharap warga masyarakat Tulungagung merasa aman nyaman saat mengkonsumsi makanan untuk berbuka puasa,” kata Masduki seraya mengatakan para penjual pun diharap cerdas saat menyediakan atau menjual barang dagangannya.

Disisi lain, tambahnya, warga masyarakat diharap betul-betul memperhatikan disaat membeli makanan takjil, yakni tetap memperhatikan kebersihan penjaja dan tempat jualnya.

“Jadi masyarakat juga harus waspada pada warna takjil yang mencolok. Disisi lain penjaja menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan alat bantu atau tidak saat mengambil makanan,” jelasnya.

Masduki juga menyarankan, masyarakat juga diharap memelih makanan yang penyimpanannya sesuai tempatnya. “Jadi pilih makanan dingin yang penyimpanannya tetap dingin dan pilih makanan panas yang penyimpanannya tetap panas,” paparnya.

Masih kata Masduki, dalam kesempatan uji sampel takjil Ramadhan, iapun meminta untuk memastikan makanan yang dijual itu dalam tempat tertutup. Tidak menggunakan kemasan kertas koran bekas maupun menggunakan kantong plastik hitam.

“Hal-hal seperti ini masyarakat harus benar-benar memperhatikan dan jangan asal membeli makanan yang justru nanti berdampak tidak baik pada kesehatan. Intinya masyarakat Tulungagung harus berhati-hati ketika mengonsumsi takjil yang diperjualbelikan disejumlah tempat penjualan makanan dan minuman takjil,” harapnya.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *