Sering Pulang Kampung, Mantan Wartawan Asal Pakel Ini Suka Berbagai 

CB TULUNGAGUNG-Belajar dari pahit getirnya sebuah perjalanan hidup, tentu akan menambah kedewasaan seseorang. Tentu pula, semua itu kembali bagaimana cara seseorang mengambil hikmahnya tatkala mendapatkan cobaan dari sang Pencipta. Hal ini yang disampaikan Budi Setijahadi, pria asal Desa Gempolan Kecamatan Pakel, Tulungagung.

Bahkan, dari sebuah perjalanan hidup itulah yang menjadikan dirinya makin tambah kuat dan semakin tambah dewasa dalam mengambil keputusan. Berkat ketelatenan serta kesabarannya itu, kini iapun berhasil menjadi orang sukses di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kendati ia telah meraih sukses, lantas ia lupa pada sesama. Bahkan, sebaliknya, kisaran satu (1) tahun terakhir ini iapun sering pulang kampung dan pria yang pernah menjadi wartawan inipun malah sering berbagi saat ia pulang kampung.

Belum lama ini, dirinya juga sering bersedekah, yakni dengan mengadakan makan bareng dan berbagi rejeki pada masyarakat belasan kepala desa di Tulungagung. Bahkan, sebelumnya, beberapa kali dirinya juga mengajak makan bareng para mahasiswa, komunitas seni dan budaya, nelayan, petani, hingga masyarakat umum.

Yang sering jadi perbincangan kalangan masyarakat, iapun sering memberikan santunan untuk anak yatim piatu, para janda serta masyarakat miskin yang ada di desa kelahirannya itu. “Saya pernah merasakan apa yang dirasakan saudara -saudara kita saat ini,” kata Budi Setijahadi saat buka bersama belasan kades di Nakula Park di Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu.

Namun, saat disinggung soal kegiatan yang sering dilakukannya itu apa ada hubungannya dengan muatan politik pada 2024, iapun langsung menepisnya. Karena, menurutnya, kegiatan makan bareng dan berbagi itu sudah menjadi kebiasaannya sejak lama.

“Mohon maaf, ini tidak ada kaitan dengan politik. Jadi ini merupakan kebiasaan keluarga kami, ajaran dari orang tua dan juga keyakinan kami dari semesta,” jelasnya.

Namun demikian, lanjutnya, kalau apa yang dilakukannya itu ada yang menganggap bermuatan politik, iapun meminta tetap berpikir positif thinking saja. Yang terpenting, menurutnya, kebiasaan bersedekah itu sudah menjadi kebiasaannya sejak lama. “Kalau orang memberi pasti akan mendapatkan berkahnya,” jelas Budi sembari menghisap rokoknya.

Pria yang tak pernah lepas dari blangkonnya itu, mengaku sering mendapatkan tamu dengan maksud mengajaknya berpolitik, akan tetapi dirinya tak menolak dan tak mengiyakan ajakan itu.

“Kalau boleh jujur, sering kali orang bertamu dan itu dari tim sukses para calon agar saya mau mendampinginya, dan saya hanya menjawab kalau saya belum berpikir urusan politik,” jelasnya.

Pria yang pernah maju sebagai kandidat wakil Bupati Tulungagung ini menerangkan, politik yang hanya didasari nafsu berkuasa tidak akan membawa berkah bagi rakyat dan diri sendiri.

“Jadi semesta ini tidak diam, coba di titeni (catat), mereka yang menjadi pemimpin atas dasar nafsu berkuasa dan menghalalkan segala cara. Apa hasilnya, bagaimana nasibnya,” ungkapnya.

Masih kata Budi, dirinya ingin menjadikan momen Ramadan sebagai kesempatan ibadah, sedekah dan bergembira.

“Yang lain mikir politik, kita tonton saja sambil makan-makan saat waktunya buka. Coba, mereka yang pura-pura baik didepan masyarakat, pada akhirnya akan ketahuan. Era ini semua sudah cerdas membedakan mana yang tulus dan mana yang hanya retorika belaka,” kata Budi.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *