Banyuwangi, Cahaya Baru – Meskipun telah menjadi program kegiatan Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Banyuwangi dalam tahun anggaran 2023 yang masuk dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa yang salah satunya adalah pengadaan belanja bahan atau bibit tanaman perluasan areal tanam-tanaman di salah satu desa yang ada di wilayah kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi.
Namun demikian, sangatlah ironis bahwa sebuah kegiatan yang telah terprogram hingga tersusun dalam sebuah DPA hingga terbit SP2D , namun program kegiatan pengadaan salah satu bibit tersebut menjadi bahan pertanyaan dan sorotan. Karena diduga kuat bibitnya tidak ada meskipun SP2D nya sudah turun.
” Coba mas ( pers) tanyakan ke Bu Ida Kabid Tanaman Pangan atau ke Pak kadis langsung masalah pengadaan bibit itu. Bibitnya itu diserahkan kepada siapa dan atau disimpan di mana ? Karena SP2D nya sudah turun. Semua itu kan harus jelas dan transparan “. Kata sumber informasi yang patut dipercaya sembari berpesan agar namanya dirahasiakan.
Dirinya menambahkan bahwa agar tidak menjadi bahan pertanyaan dan atau sorotan itu semestinya harus ada serah terima barang atau setidaknya itu foto dari penyedia barang kepada dinas atau dari dinas kepada penerima barang ( bibit ).
Sementara Sekretaris Dinas Pertanian dan pangan sekaligus PLT Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda terkait program pengadaan bibit tersebut melalui telepon selulernya , tanggal 23 mei 2023, sekira jam 12.42 wib, mengatakan dengan tegas bahwa pengadaan bibit tersebut tidak ada. ” Tidak ada, Tidak ada”. Kata Ilham Juanda.
Namun demikian, ketika ditanya , kalau toh memang pengadaan bibit tersebut tidak ada, kenapa bisa muncul SP2D ? Dirinya terkesan agak terkejut dan balik bertanya ” Masa… Kapan itu ( terbitnya SP2D, red ) , coba Saya cek dulu, nanti saya SMS atau saya telepon “. Kata Ilham Juanda.
Berselang beberapa jam kemudian, tepatnya jam 15.46 wib, Ilham Juanda kembali telepon. Namun demikian, apa yang dikatakan berbeda dengan apa yang dipertanyakan ” Kalau yang sampean ( pers ) permasalahkan tentang CV-nya yang tidak punya E Katalog itu, kapan hari itu sudah dipermasalahkan oleh beberapa teman. Temui saja Bu Ida, Kabidnya. Itu kan perkara kecil , masa perkara kecil gitu harus saya. Karena secara teknis itu bidangnya Bu Ida “. Katanya.
Beberapa hari kemudian, media cahaya baru berusaha menghubungi Bu Ida Larasati Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melalui WA dan telepon selulernya . Namun hingga ditayangkannya berita ini sama sekali tidak ada respon atau tanggapan dari Bu Ida Larasati. Bahkan Bu Ida Larasati cenderung bungkam dan memblokir nomor telepon WA Pers Cahaya Baru. ( IMM ).
