CB, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM, Selasa (06/06), melepas Keberangkatan Calon Jemaah Haji Kloter 37, 38 dan 39 di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso. Dan, sebanyak 1050 calon jamaah haji asal Kabupaten Tulungagung menuju embarkasi haji di Surabaya untuk selanjutnya berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah rukun Islam yang kelima, dengan menggunakan 25 kendaraan PO.Bus Pariwisata Harapan Jaya.
Sedangkan peberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Tulungagung tahun 1444 H/ 2023 dilepas langsung Bupati Tulungagung didampingi Wakil Bupati Gatut Sunu, Ketua DPRD Tulungagung Sumarsono , Sekda Tulungagung Sukaji, Kepala Kekemenag Tulungagung, Ketua IPHI Kabupaten Tulungagung, Ketua FKBIHU Danang Estiko, Ketua Baznas Tulungagung serta OPD di halaman pendopo setempat.
Dalam kesempatan ini, Bupati Maryoto Birowo mengatakan, bagi masyarakat yang telah mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji, dan bisa melaksanakan dengan baik.
Selain itu iapun berharap, bagi seluruh calon jamaah haji ini bisa meluruskan niat ibadah semata mata karena Alloh SWT, dan semoga diberi kemudahan serta kembali ke Kabupaten Tulungagung dalam keadaan sehat walafiat.
Disisi lain, akan sangat bijaksana jika para CJH dapat saling membantu, melindungi dan dapat mengondisikan diri untuk meningkatkan kesabaran serta menata niat secara tulus guna mendapatkan rida dari Alloh SWT.
“Perlu diperhatikan, para jamaah tetap menjaga kesehatan dengan mengatur makan, minum dan istirahat yang cukup sehingga mampu menjalankan seluruh kewajiban, rukun, serta sunah ibadah haji,” kata Bupati Maryoto usai memberangtkan jamah haji di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso, Kamis malam (06/06).
Bupati juga menyampaikan, CJH tahun ini menjadi perhatian masyarakat, yakni para jamaah didominasi CJH kategori tua. Sehingga, dalam kondisi seperti itu, Maryoto mengingatkan pentingnya rasa solidaritas sesama calon jamaah. “Pentingnya rasa solidaritas sesama calon jamaah,” pesan bupati.
Mantan sekda Tulungagung ini juga berharap, para calon haji untuk senantiasa disiplin mengatur waktu dan mengikuti arahan pembimbing serta petugas haji yang ditunjuk. Jadwal dan waktu yang telah ditentukan hendaknya diperhatikan dan diikuti dengan baik, dan membudayakan untuk selalu tepat waktu di manapun berada.
“Sehingga keseluruhan jamaah juga dapat tepat waktu dan tidak tertinggal dalam mengikuti jadwal, dan semoga pula nanti jamaah haji Tulungagung mendapatkan Predikat haji mabrur,” ungkapnya.(Hsu)
