CB, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Rejosari Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, menggelar sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Pemkab Tulungagung, Selasa (05/09), di balai desa setempat.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri Kepala Desa setempat Sudikan serta seluruh jajaran perangkat desa, Makrus dari perwakilan Perkim Tulungagung, Deni pendamping serta Kelompok Masyarakat Penyelenggara (KMP).
Dalam kesempatan ini Kepala Desa Rejosari Sudikan mengatakan, jika desanya mendapatkan bantuan Sanimas dari pusat kisaran Rp. 350 juta.
“Makanya hari ini kita berkumpul disini untuk membentuk Pokmas atau Kelompok Masyarakat Penyelenggara. Nanti setelah terbentuk proses pelaksanaannya bagaimana dan pengelolaannya adminititrasinya, biar dijelaskan secara rinci oleh perwakilan dari Dinas Perkim dan juga oendamping,” pungkasnya.
Makrus Perwakilan Dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman mengatakan, adapun teknis kegiatan ini bareng-bareng melaksanakan kegiatan tersebut.
“Kami satu tim bertugas mempasilitasi memonitoring kegiatan ini dari kabupaten, jadi intinya kita semua berkumpul di balai desa ini, bahwasannya desa Rejosari mau mendapatkan program Sanimas atau bantuan berupa fisik bilik kamar mandi beserta kloset leher angsa dilengkapi septiteng dan resapan yang akan di bangun di luar rumah warga setempat,” ucap Makrus.
Menurut Makrus, yakni yang mendapatkan bantuan Sanimas ini tentu sesuai usulan dan nantinya disurvei.
“Kritreria yang dimaksud diantaranya masyarakat yang kurang mampu, di dalamnya terdapat ibu hamil, stunting, balita disabilitas, yang nantinya akan diseleksi tim dan kepala desa,” kata Makrus kepada Cahaya Baru.
Sementara menurut Deni selaku pendamping mengatakan, pengerjaan Sanimas itu bukanlah pekerjaan kontraktual yang nota bene pengerjaannya itu tidak dikerjakan oleh cv, kontraktor atau badan usaha lainnya, tetapi didasarkan kepada kemampuan dari masing-masing daerah misalnya kepada masyarakat pelaksanaannya, yang mempunyai waktu serta memiliki skil pengerjaannya.
“Semua ini bertujuan untuk membentuk KMP yang seluruh anggotanya warga setempat. Makanya kita disini bertujuan untuk membentuk KMP yang seluruh anggotanya masyarakat setempat,” ungkapnya.
Diakhir acara Sudikan menambahkan, anggota kelompok masyarakat penyelenggara harus dari masyarakat setempat. “Perangkat tidak boleh ikut menjadi anggota,” jelasnya .(rul)
