Surabaya, Cahaya Baru-Harga beras di pasar Surabaya belum stabil. Di beberapa pasar, pembeli juga sulit mendapatkan beras murah. Untuk menjaga ketersediaan beras, Pemkot Surabaya dan Bulog rutin mengadakan operasi pasar.
Lita, salah seorang pedagang di Pasar Pucang Anom, menyatakan bahwa stok beras murah miliknya sudah kosong. Yang tersisa hanya beras kualitas medium dan premium. Harga beras juga naik turun. ”Kadang turun, kadang naik,” katanya.
Lita belum mengetahui penyebab tidak stabilnya harga beras. Namun, kondisi itu mungkin dipicu cuaca panas. ”Harapan saya, harganya segera stabil,” tuturnya.
Dari situs Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, dua hari lalu rata-rata harga beras premium naik Rp 250 atau 1,88 persen dari harga semula Rp 13.283 menjadi Rp 13.533 per kilogram (kg).
Harga beras medium melonjak 3,39 persen atau Rp 375. Dari Rp 11.058 menjadi Rp 11.433 per kg. Kemarin (12/9) harga beras premium kembali turun mencapai 1,85 persen atau turun Rp 250.
Dari harga Rp 13.533 menjadi Rp 13.283 per kg. Harga beras medium juga turun 2,34 persen atau Rp 267. Dari harga Rp 11.392 menjadi Rp 11.125 per kg.
Sementara itu, Perum Bulog Kanwil Jatim memastikan stok beras di Jatim aman. Instansi yang bertugas menyediakan beras itu tengah berupaya menstabilkan harga beras. Caranya, memasok beras ke pasar hingga memberikan bantuan pangan kepada masyarakat.
Kepala Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Ermin Tora menyampaikan, stok beras di Bulog Jatim sangat cukup. Bahkan, pihaknya membantu memasok beras hingga ke luar Jatim. ”Bulog Jatim terus memasifkan pasokan beras ke pasar-pasar,” ujarnya.
Selain memasok beras ke pasar-pasar, Bulog Jatim menggandeng daerah untuk menyelenggarakan operasi pasar pangan murah. Bantuan itu menyasar masyarakat. Targetnya adalah 3,4 juta keluarga. Setiap keluarga mendapatkan 10 kilogram beras.
Ermin menjelaskan, program ini dilaksanakan selama tiga bulan dan berakhir pada November nanti. ”Diharapkan, upaya ini bisa menstabilkan harga beras dan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan,” tuturnya. (Er)
